Produser EDANE Buka-bukaan Soal Rencana Album di 2021

Benar, EDANE sedang mengerjakan banyak lagu, karena memang produksi pembuatan album. delapan sampai 10 lagu
Raymond - Showbiz,Kamis, 22-10-2020 14:56 WIB
Produser EDANE Buka-bukaan Soal Rencana Album di 2021
Bayu Randu, Eet Sjahrani dan Bagus NTRL

Nusantaratv.com - EDANE dikabarkan kembali masuk dapur rekaman. Sejumlah lagu dikabarkan sedang dalam proses pengerjaan. Bayu Randu, sang produser menceritakan bagaimana ia bisa memberikan spirit kepada band rock legendaris tersebut.

Lalu, siapa sebenarnya Bayu Randu, yang mampu membawa Eet Sjahrani  dkk kembali memproduksi sejumlah lagu?. Kepada Nusantaratv.com. ia menceritakan sejumlah proses rekaman dan bersama EDANE.

“Seneng banget bisa jadi produser band legendaris seperti EDANE. Bagaimana tidak, sejak kecil saya juga sudah mendengar lagu-lagu mereka. dan bokap (ayah-red) suka stel lagu mereka,” ungkapnya.

Sebagaimana diketehui, EDANE sempat mengeluarkan singlenya pada awal Agustus 2020 lalu, bertajuk ‘Si Bangsat’ (Sesuka Lo) featuring Bagus NTRL.

“Ya, sebelumnya EDANE juga sudah keluarkan single Si Bangsat, featuring Bagus NTRL, dan kebetulan diproduksi di label saya Greenland Indonesia. Seneng banget dan musik yang disajikan mendapat sambutan hangat dari fans,” jelas Bayu.

Bayu mengatakan, saat ini EDANE tak hanya mengerjakan single, melainkan album.

“Benar, EDANE sedang mengerjakan banyak lagu, karena memang produksi pembuatan album. delapan sampai 10 lagu, dan kami juga menunggu momen yang pas untuk rilisnya,” tambahnya.

Bayu dan Eet Sjahrani

Tentunya, ada banyak hal yang harus dipersiapkan dalam proses pembuatan lagu, baik produksi maupun kesiapan studio rekaman.

“Mas Eet itu orangnya sangat perfeksionis, memang banyak musisi yang tau kalau beliau memang begitu. Tapi kan saya juga pernah menjadi produser Voodo, Sawung Jabo, Djockey Suprayogo, dan beberapa musisi yang satu angkatan, artinya ada proses memahami bagaimana menjadi produser bagi musisi sekelas mereka.

“Prosesnya guide rekaman lagunya, bassnya beneran, gitarnya beneran, drumnya beneran, sampai 6 shift. Nah pas semua selesai satu lagu, justru baru rekaman benerannya. Tapi…. pas kita denger sama-sama, ternyata vokalisnya Ervin Nanzabakri nada vokalnya ketinggianm dan terpaksa kita bikin guide baru lagi. Setelah selesai semua dan sempurna… barulah masuk pada tahap take rekaman hinga 15 shift..hahahaha,” jelas Bayu.

Menjadi produser musik untuk musisis senior seperti Eet Sjahrani tentunya juga memiliki cara tersendiri. Meski awalnya Bayu mengaku cukup sungkan saat ingin menyampaikan ide, namun ia mengaku hal tersebut sudah dibicarakan sejak awal kerjasama.

“Oke.. lu ngomongin teknis produksi, gue ngomongin proses artnya, begitu kata mas Eet, ya sudah berarti aku gak akan lompat ke wilayah art, mas Eet juga gak akan lompat ke wilayah teknis produksi, kan semua bisa dibicarakan, jadi asik-asik aja,” lanjutnya.

Promo Single di Masa Pandemi Corona

“Ini juga sebetulnya jadi kendala, karena kita sempat maksain rilis di era pandemi. Kebetulan cerita Si Bangsat ini (single-red) salah satunya adalah soal pandemi ini juga. Dimana banyak yang memberi informasi gak jelas seperti hoax.

“Tapi karena kita juga sudah gerah, karena berbagai hal, misalnya aja manggung yang juga terbatas bahkan saat ini bisa dibilang sulit juga penyelenggara mengadakan event, jadi ya kita keluarin aja single Si Bangsat dengan kata lain.. suka-suka lo lah semua ini, seperti melampiaskan kondisi ini.

“Dan lagu Si Bangsat kita promosikan melalui sosmed, ada du Musicblast id, tapi alhamdulillah, banyak yang respon positif. Nah.. artinya kembali lagi kalau kualitas musiknya bagus, promonya di sosmed dan tepat pada sasarannya gue rasa bisa efektif juga,” jelas pemilik record label Greenland Indonesia ini.

Bayu mengaku, ia sebelumnya sudah melakukan berbagai hal mengenai industri musik di Indonesia. Dengan demikian, ketika terjadi hal-hal yang dapat menggangu industri musik, maka langkah yang tidak sulit bisa dilakukan untuk tetap mendapatkan penghasilan dari musik.

“Gue kebetulan sudah melakukan banyak hal di industri musik ini, misalnya setiap rabu kita bikin streming musik di Toba Dream, milik Vicky Sianipar, bersama Rika Roeslan, itu semua full untuk donasi teman-teman musisi kafe dan tentunya musisi yang terdampak pandemi ini.

“Intinya sih, musisi itu kan berkarya, dan jika karyanya bagus pasti dihargai, entah bentuknya apresiasi, atau ada keuntungan di platform penjualan digital itu soal lain,” tutupnya.

 

 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0