Cerita 90 Menit Timnas Indonesia

Tim Nasional Indonesia U-18 harus menempuh perjalanan dari Provinsi Binh Duong untuk menjalankan ibadah Shalat Idul Adha dengan jarak kurang lebih 38 kilometer
Cerita 90 Menit Timnas Indonesia
Skuat Timnas U-18

Jakarta, Nusantaratv.com90 menit diatas lapangan hijau merupakan hal yang biasa bagi sebut tim sepak bola. Namun, ada cerita 90 menit yang dirasakan oleh Tim Nasional Indonesia U-18 saat harus menempuh perjalanan dari Provinsi Binh Duong untuk menjalankan ibadah Shalat Idul Adha di satu-satunya masjid yang hanya ada di Ho Chi Minh, Vietnam.

Fakhri Husaini dan pasukannya yang beragama Islam, berangkat dari Becamex Hotel, New City, Binh Duong, Vietnam pukul 06.30 dan baru tiba di Masjid Musulmane Kota Ho Chi Minh yang jaraknya kurang lebih 38 kilometer itu pada pukul 08.00 pagi. Sementara waktu solat Idul Adha di masjid itu berada di pukul 08.30.

Berada jauh dari rumah dan sanak keluarga, tak membuat para pemain berkecil hati. Selain karena saat ini teknologi sudah mendukung, dengan adanya video call dimana kita bisa menelepon sekaligus dapat melihat gambar masing-masing, suasana disini juga tidak ayal seperti di Indonesia.

“Saya senang bisa bersilahturahim dengan orang-orang muslim disini, selain itu banyak juga bertemu dengan warga Indonesia. Suasananya tidak terlalu berbeda dengan di tanah air,” kata Beckham Putra Nugraha.

Beckham mengaku senang bisa melaksanakan ibadah shalat Idul Adha di Vietnam, karena dirinya bisa bertemu dengan saudara seiman dari berbagai negara dan ras di dunia. Ini merupakan kali keduanya shalat Idul Adha di luar negeri, sebelumnya pernah dia rasakan saat berada di Malaysia beberap tahun silam.

Pemain bernomor punggung 7 itu menyempatkan waktu untuk menghubungi keluarganya di Indonesia untuk sekedar berbagi kabar dan saling mendoakan di hari raya qurban ini. “Tadi saya mengabari mereka, meminta doa agar semuanya berjalan lancar disini. Apalagi kebetulan bertepatan dengan hari ini,” katanya.

Berbeda dengan Beckham, Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi menceritakan pengalamannya menjalani Idul Adha pertamanya di luar negeri. Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di luar negeri, namun dirinya tak merasa canggung, karena suasana ibadahnya mirip seperti di Indonesia.

“Yang membedakan sepertinya disini tidak ada hewan kurbannya. Kalau di Indonesia ada, disini saya tidak melihatnya satu pun. Kalau suasana masih terasa mirip di rumah,” jelasnya.

Dia juga tak lupa menghubungi keluarganya di Indonesia. Dari situ, orang tuanya menyampaikan satu pesan baginya dan juga saudara kembarnya, Amiruddin Bagus.

“Kalau misalnya sedang tanding, Bapak di rumah selalu berpesan supaya kami fokus saja, tidak perlu memikirkan yang di rumah, semua baik-baik saja. Itu yang selalu ditekankan Bapak kepada kami kala sedang mengabdi untuk negara,” tutupnya.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0