Sidang Lanjutan Kasus Penganiayaan, Kriss Hatta Jadikan Dokter Saksi

Dalam agenda sidang kali ini, giliran pihak Kriss Hatta yang menghadirkan saksi untuk memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim.
Sidang Lanjutan Kasus Penganiayaan, Kriss Hatta Jadikan Dokter Saksi
Kriss Hatta (foto: liputan6)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sidang lanjutan kasus penganiayaan Kriss Hatta kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019). Dalam agenda sidang kali ini, giliran pihak Kriss Hatta yang menghadirkan saksi untuk memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim.

Tak banyak saksi yang Kriss Hatta datangkan untuk meringankan kedudukannya. Dia hanya membawa satu dokter dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Hari ini saya menghadirkan dokter RSCM yang menangani kasus ini ya,” ujar aktor 31 tahun.

Namun bagi Kriss Hatta, satu saksi sekalipun dirasa cukup. Mengingat dokter yang Kriss Hatta hadirkan adalah yang melakukan visum terhadap Antony Hillenaar pasca pemukulan.

“Saat visum itu dibuat, dokter ini yang memeriksa,” jelasnya.

Bukan tanpa alasan pihak Kriss Hatta memilih mendatangkan dokter yang menangani proses visum Antony Hillenaar. Dia berdalih juga masih butuh kejelasan perihal keterangan Antony Hillenaar yang mengaku sempat mengalami pendarahan hebat di hidung.

“Ya dokter juga bingung kenapa, dokter curiga kenapa dia bilang empat jam ngucur darah ya. Padahal datang ke rumah sakit kondisinya juga baik-baik saja kata dia gitu,” tutur kekasih Rahelly Alia.

Sayang, Kriss Hatta memilih tidak berkomentar banyak sebelum saksi memberikan keterangan dalam sidang.

“Lebih jelasnya pantengin saja persidangan. Nanti dia ngomong apa di ruang sidang,” pungkasnya.

Kriss Hatta terseret kasus penganiayaan usai dilaporkan Antony Hillenaar pada April 2019. Kala itu, Antony mengklaim mendapat pukulan di bagian hidung saat coba melerai Kriss yang sedang bertikai dengan salah satu temannya.

Atas laporan Antony Hillenaar, Kriss Hatta ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun.

(Sumber: Okezone) 



Reaksi Kamu

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0