Sempat Syok Dan Terbaring Sakit Saat Awal Masuk Penjara, Begini Kondisi Galih Ginanjar Sekarang

Terkait dengan kondisi Galih, Kumalasari mengatakan, kondisi Galih Ginanjar sudah lumayan membaik usai sakit di dalam penjara.
Sempat Syok Dan Terbaring Sakit Saat Awal Masuk Penjara, Begini Kondisi Galih Ginanjar Sekarang
Galih Ginanjar (foto: wartakota)
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com -Seputar kabar Galih Ginanjar terus berputar di sosial media, semenjak dilaporkan oleh Fairu A. Rafiq terkait pencemaran nama baik. 

Diketahui, Galih Ginanjar Positif menjadi tersangka kasus bau ikan asin pekan lalu, kini sudah menjadi tahanan polisi, dan sempat dikabarkan tak mempunyai selera makan saat awal masuk Rutan di Polda Metro Jaya. 

Siang tadi, Kamis (18/7/2019) Barbie Kumalasari membesuk Galih Ginanjar di Rutan Dittahati Polda Metro Jaya.

Terkait dengan kondisi Galih, Kumalasari mengatakan, kondisi Galih Ginanjar sudah lumayan membaik usai sakit di dalam penjara. 

“Alhamdulillah sudah sehat,” katanya.

Sebelumnya, Barbie Kumalasari menyebut Galih Ginanjar sempat dua hari sakit setelah sepekan ditahan. Menurut dugaan Kumalasari, proses adaptasi Galih tidak berlangsung lancar sehingga membuatnya terserang penyakit.

“Sempat sakit dua hari. Mungkin kaget ya, namanya juga manusia pasti kan beda gitu,” jelas dia.

Namun untuk saat ini, Galih Ginanjar mulai bisa beradaptasi dengan suasana rutan. Dia bahkan sudah bisa menikmati menu makanan yang disajikan untuk penghuni rutan.

“Malah suka makan di dalam, enak katanya,” pungkas Barbie Kumalasari.

Sebelumnya diberitakan, Galih Ginanjar sempat kehilangan nafsu makan setelah beberapa jam ditahan di Rutan Dittahti Polda Metro Jaya, Jakarta. Hal itu terungkap lewat cerita Barbie Kumalasari usai datang mengecek kondisi Galih Ginanjar di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/7/2019).

“Katanya dia malah enggak nafsu makan,” tuturnya.

Galih Ginanjar resmi ditahan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sejak 12 Juli 2019. Bersama Pablo Benua dan Rey Utami. Galih ditempatkan di Rutan Dittahti Polda Metro Jaya usai resmi menyandang status tersangka pada 11 Juli 2019.