Misteri di Balik Gurun Sahara

Misteri di Balik Gurun Sahara
Rahasia Tersembunyi di Balik Hamparan Pasir Gurun Sahara. / listverse.com

Nusantaratv.com - Keindahan yang terhampar di balik kegersangan Sahara menjadi magnet bagi para turis dari seluruh dunia untuk datang melancong.

Dibalik keindahan hamparan pasir yang seluas mata memandang, gurun paling luas di dunia ini tanpa ampun akan menelan mentah-mentah apa pun di dataran pasirnya yang nampak tak berujung. Binatang, manusia, pesawat, hingga kota, bisa ditemukan di balik hamparan pasir Sahara.

Kemajuan teknologi, telah menarik minat para arkeolog datang berbondong-bondong ke Sahara untuk mengungkap apa saja yang ada dibalik gurun pasir yang maha luas ini.

Berikut deretan temuannya berdasar daftar dari Listverse.

1. Benteng yang Hilang

Satelit telah memungkinkan para ilmuwan menembus berbagai kontur dan kondisi permukaan Bumi, seperti hutan rimbun serta yang saat ini kita bahas, yakni gurun. Pada 2010, dari pindaian satelit ditemukan 100 benteng milik kaum Garamantes di Libya.

Temuan ini tak terjadi secara sengaja, karena para arkeolog sedang membantu memetakan daerah tersebut untuk pengeboran industri minyak. Ketika dipindai, gambar satelit menunjukkan tanda-tanda tembok dan bangunan. Ketika diperiksa di lapangan, peneliti mengkonfirmasi bahwa ini adalah benteng yang hilang peninggalan Garamantes.

Diperkirakan, saluran bawah tanah kuno yang dibangun masyarakat Garamantes gagal, ladang menjadi gersang dan akhirnya peradabannya terkubur di bawah pasir Sahara.

2. Meteorit dan Kawah Meteor

Bumi selalu dibombardir oleh hujaman benda angkasa. Kebanyakan terbakar di atmosfer dan jadi cahaya di langit yang kita kenal sebagai bintang jatuh. Namun banyak juga yang sampai ke permukaan Bumi dan memberi dampak destruktif.

Ketika bekas-bekas meteorit yang terjadi di belahan Bumi lain akan menjadi terkenal seperti di Arizona dengan kawah Barringer, di gurun tidak terlalu. Padahal, bekas luka dan kawah masih jelas terlihat. Seperti kawah Kamil di barat daya Mesir yang dihujam meteorit besi hingga meninggalkan kawah sebesar 45 meter.

Bahkan pecahan meteorit di sana pun masih tetap ada, dan tersebar di pasir tanpa terisolasi oleh pihak terkait.

Uniknya, seperlima dari semua temuan meteorit yang ada, ditemukan di Sahara. Tempat yang lebih banyak dihujani meteorit adalah Antartika.

3. Kaca Gurun Libya

Sebuah batu yang kini dianggap cukup berharga, tersebar di hamparan Sahara. Ini adalah Kaca Gurun Libya, batu berbentuk seperti kaca yang memiliki karakteristik yang cantik.

Menurut para ilmuwan, batu ini adalah sisa pecahan meteorit yang menghujam Bumi sekitar 29 juta tahun lalu. Jadi ini adalah batu luar angkasa.

Kaca gurun ini masih sangat banyak bertebaran meski kawah hasil hujaman meteor belum ditemukan dan diperkirakan terkubur terlalu dalam. Batu ini juga ditemukan di dalam makam Tutankhamun, yang menunjukkan bahwa kaum Mesir kuno menggunakannya sebagai perhiasan.

4. Sungai yang Hilang

Dari dulu hingga kini, Bumi selalu mengalami berbagai perubahan. Tak terkecuali perubahan juga terjadi pada Gurun Sahara. Berkat teknologi terbaru, sesuatu dari ratusan bahkan ribuan tahun lalu bisa diketahui.

Seperti Salah satu drainase terbesar di dunia yang mengalir di dalam gurun Sahara. Ini adalah ‘sungai hilang’ yang mengalir di Mauritania, setelah sebelumnya ditemukan ngarai bawah laut di lepas pantainya yang terukir oleh sungai.

Sungai ini diberi nama Tamanrasett, dan dengan bantuan satelit serta penelitian menyeluruh dari para ilmuwan, rentang badan air yang telah mengering 5.000 tahun lalu akhirnya tergambar membentang di Sahara.

5. Ikan Paus dan Dinosaurus

Salah satu temuan terbesar di dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya fosil ikan paus di Sahara, tepatnya di Wadi El Hitan yang juga dikenal sebagai Lembah Ikan Paus (Whale Valley).

Ini adalah bukti besar soal samudera Tethys yang ada di zaman mesozoic, yang membelah benua besar Pangea menjadi Laurasia dan Gondwana.

Selain itu, ini juga bukti besar soal paus berevolusi dari makhluk darat menjadi makhluk yang menghabiskan seluruh hidup mereka di laut.

Selain paus ini, terdapat dua dinosaurus yang dikenal, ditemukan jejak fosilnya di Sahara, yakni Machimosaurus Rex yang merupakan buaya laut (lagi-lagi hewan laut di gurun), serta Spinosaurus yang merupakan dino karnivora terbesar yang pernah ada (tinggi 7 meter panjang 16 meter).

6. Pesawat Perang

Pada Perang Dunia II, Inggris membangun pangkalan di Sahara, rumah bagi pesawat-pesawat perang yang butuh diperbaiki. Namun ada satu pesawat rusak beserta pilot muda yang mengendarainya menghilang. Ini adalah pesawat P-40 Kittyhawk.

Akhirnya, pesawat ini bisa ditemukan di tahun 2012 oleh para pekerja minyak. Pesawat masih utuh, dan parasit sudah terbuka untuk jadi tempat berlindung.

7. Manusia Purba

Tim arkeolog yang menemukan Spinosaurus, yakni salah satunya Paul Sereno, ternyata tak cuma menemukan fosil dino. Di satu perjalanan, ia menemukan kuburan manusia terbesar di Sahara.

Situs yang berada di Gobero, tepatnya di Niger, diperkirakan dihuni sekitar 10.000 tahun yang lalu dan diperkirakan pula ini dulu adalah tempat yang hijau dan subur. Sisa-sisa ikan, buaya, dan banyak hewan lainnya bercampur di antara belulang manusia.

Perhiasan berupa tulang dan mata panah juga ditemukan, beserta tombak yang digunakan untuk berburu di perairan setempat.

Yang paling unik dari penemuan ini adalah cara penguburannya yang tidak biasa. Ditemukan tengkorak manusia pria dimakamkan di dalam panci. Ada juga yang bersandar di dalam sisa cangkang kura-kura. Dengan penemuan ini, terlihat kalau Sahara masih memiliki banyak rahasia yang belum terungkap hingga kini.(merdeka.com)