Sejarah Hari Ini (21 Maret 1959) - Tan Joe Hok, Jadi Orang Pertama Indonesia Juara di All England

Tan Joe Hok, juara All England tunggal putra 1959

Nusantaratv.com - Indonesia turut ambil bagian dalam ajang turnamen All England 1959 yang dihelat di Empire Pool, Wembley, London, Inggris. Di ajang prestisius itu, Indonesia mengirimkan dua atlet bulutangkisnya Ferry Sonneville dan Tan Joe Hok. Hebatnya, meski Indonesia hanya mengirimkan dua atlet di tunggal putra, keduanya masuk final, dan terjadilah All Indonesian Final di ajang prestisius All England untuk pertama kalinya.

Kedua pemain yang dikirim ini, pada tahun sebelumnya merupakan anggota dari timnas bulutangkis Indonesia di ajang Piala Thomas beregu yang diadakan di Singapura.

Di ajang Piala Thomas, nama Tan Joe Hok, tidak begitu diperhitungkan lawan, karena selain faktor usia yang masih sangat muda, ia juga minim pengalaman bertanding di ajang internasional. Sialnya lagi, ia harus turun di tunggal putra dan langsung berhadapan dengan juara All England tahun itu dari Denmark, Erland kops.

Baca Juga: 21 Pebulutangkis Juara All England dari Indonesia

Penonton di stadion yang menyaksikan langsung jalannya pertandingan, memprediksi Erland Kops bakal menang mudah. Namun, bagai kuda hitam, dengan heroik, Tan Joe Hok menjungkirbalikkan prediksi semua orang, ia berhasil mengalahkan Erland Kops. Sehari setelah pertandingan itu, oleh mass media ia dijuluki sebagai “The Giant Killer (Pembunuh Raksasa)”.

“Adalah seolah-olah satu hal yang ajaib andaikata kita menyaksikan jago dunia Erland Kops ditundukkan oleh seorang pemain muda Indonesia Tan Joe Hok yang diramaikan akan dikalahkan dalam segi pengalaman,” kata komentator Singapura yang dituliskan kembali oleh Star Weekly, seperti dikutip dari goodnewsfromindonesia.id.

Tan Joe Hok telah membuktikan kepada dunia, bahwa faktor usia dan minim pengalaman bukan halangan untuk meraih prestasi. Hal itu kembali ia buktikan di ajang All England 1959, setahun setelah kejuaraan Thomas Cup di Singapura. 

Tan Joe Hok dan Ferry Sonneville

Muncul sebagai debutan di kelas tunggal putra, Tan Joe Hok melaju mulus hingga final dengan mengalahkan Rune Brinkstedt (Swedia) 15-11, 15-5; Findlay (Inggris) 15-1, 15-2; Thanoo Khadjadbhye (Thailand) 15-9, 12-15, 15-8; dan Knud Nielsen (Denmark) 15-11, 17-14.

Sementara itu, Ferry Sonneville, wakil lain Indonesia di ajang bergengsi ini, juga senasib dengan Tan Joe Hok, sama-sama mencapai final. Karena itu, tersajilah All Indonesian Final tunggal putra, antara senior dan junior di Empire Pool, Wembley, London, Inggris. 

Sebenarnya kurang jelas kapan tanggal final kedua pebulu tangkis top Indonesia itu digelar. Hanya saja, menurut arsip Thetimes.co.uk, puncak turnamen bulu tangkis All England 1959 terjadi pada tanggal 21 Maret. Hal ini juga bisa diperkuat dengan jadwal tv nasional Inggris, BBC. Di arsip laman mereka terpampang jadwal tayangan kala itu di mana final All England Championships disiarkan pada 21 Maret 1959 pukul siang waktu setempat.

Baca Juga: 21 Pebulutangkis Juara All England dari Indonesia


Bagi Ferry Sonneville, ini menjadi kali pertama dirinya mencapai final di ajang All England. Di tahun sebelumnya ia gagal di semifinal dikalahkan oleh pemain Denmark, Finn Kobbero. Menghadapi yuniornya di ajang final membuat publik yakin Ferry bakal menjuarai kejuaraan ini. Bagi Ferry sendiri yang sarat pengalaman, gelar seakan sudah di depan mata. Namun lagi-lagi ‘The Giant Killer berhasil menumbangkan prediksi banyak orang. Tan Joe Hok berhasil berhasil keluar sebagai juara di final All England 1959.

Ya, Tan Joe Hok - pemuda yang dulunya ditugasi membawa raket dan kok di lingkungan rumahnya itu - menang atas Ferry lewat rubber-set 15-8, 10-15, 15-3. Kemenangan itu pun membuat Tan Joe Hok berpredikat sebagai orang Indonesia pertama yang meraih juara di All England.

“Di dalam debutnya dalam kejuaraan All England, Tan Joe Hok sama sekali tidak mengecewakan dunia, bahkan telah memenuhi segala pengharapan yang ditaruh padanya oleh kita,” tulis Star Weekly dalam artikel ‘Tan Joe Hock, Djuara All England’.

Referensi: Thetimes.co.uk | Nationalbadmintonmuseum.com | BBC | Star Weekly

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK