Untuk Kamu yang Sedang Ambyar, Silahkan Baca Ini. Kamu Nggak Sendirian!

Ya, dia bukan lagi untukmu. Tapi untuk orang lain. Hati mana yang tak ambyar jika dihadapkan dengan situasi itu? tenang, kamu tak sendirian.
Untuk Kamu yang Sedang Ambyar, Silahkan Baca Ini. Kamu Nggak Sendirian!
Woman's health

Hancur berkeping-keping rasanya ketika harus merelakan sesuatu tiba-tiba hilang dari hidup kita. Apalagi jika itu datang tanpa aba-aba. Tak ada hujan tak ada angin, kamu yang sebelumnya memegang penuh peran utama untuk bahagia, harus rela tersakiti demi dia.

Dia, yang mungkin sebelumnya berhasil mengukir tawa dan momen manis nan bahagia, tanpa kamu sangka harus kamu relakan begitu saja.

Ya, dia bukan lagi untukmu. Tapi untuk orang lain. Hati mana yang tak ambyar jika dihadapkan dengan situasi itu? tenang, kamu tak sendirian.

Harus kamu ketahui satu hal, bahwa memang duka dan bahagia itu berjarak sangat dekat. Hanya ada kata nanti, kapan, dana sebentar lagi untuk merubah duka menjadi bahagia,  bahagia menjadi duka, ambyar menjadi tegar, dan tegar menjadi ambyar.

Yang artinya, perasaan ambyar untuk siap kehilangan seseorang datang tanpa bisa kamu prediksi. Bukan seperti hujan yang bisa diprediksi BNPB, bukan seperti soal ujian yang bisa diprediksi para guru, tapi jawabannya adalah karena hati manusia, siapa yang tau?

Kemarin, mungkin dia berhasil membuatmu menjadi manusia paling bahagia di dunia. Tapi hari ini, begitu saja dia meruntuhkan semuanya.

Senyum yang baru kemarin terpancar sebagai ungkapan bahagiamu yang luar biasa, kini harus terganti oleh air mata yang keluar begitu saja. Ambyarnya nggak kira-kira...!

Awalnya, kamu menutup hati untuk siapapun. Kamu tak menyangka dia akan datang di kehidupanmu begitu saja. Hingga perlahan namun pasti, kamu membuka hati untuknya. Kamu mencampakkan banyak hati hanya demi dia. Kamu berikan hatimu padanya. Namun ternyata, dia yang tak tahu rasa malu itu menghancurkannya begitu saja. Semuanya, tanpa terkecuali. 

Harapan yang sudah kamu pupuk bersamanya, impian yang sudah kamu rajut bersamanya, masa depan yang sudah kamu rancang bersamanya, seolah tinggal cerita dan kata-kata belaka.

Jika sudah begitu, apa yang harus kamu lakukan?

Bicaralah pada hatimu sendiri. Kuatkan hatimu, cari apa yang sebenarnya hatimu mau. Jika melepaskannya bisa membuatmu sedikit lebih lega, maka lakukan.

Namun jika kamu berat untuk melupakannya, lakukanlah perlahan. Jangan terburu-buru. Sebab memperbaiki hati yang sudah hancur berkeping-keping, tak mengenal waktu dan tak sebecanda itu.

Ingatlah bahwa kamu hidup untuk bahagia. Kamu punya porsi bahagia yang sama dengan siapapun. So, carilah bahagiamu.(Cal)
 



Reaksi Kamu

like
4
love
1
funny
0
angry
2
sad
4
wow
2