Berikut Ini Langkah-langkah yang Perlu Dilakukan untuk Berdamai Dengan Diri Sendiri

Menerima diri adalah cara untuk berdamai dengan diri sendiri. Yuk, pelajari langkah-langkahnya.
Berikut Ini Langkah-langkah yang Perlu Dilakukan untuk Berdamai Dengan Diri Sendiri
Ilustrasi orang bercermin/ Istimewa

Jakarta, Nusantaratv.com - Banyak orang yang merasakan kekecewaan bahkan ketidakpuasaan terhadap diri sendiri dikarenakan gagal dalam menerima dirinya. Sikap tersebut jika dibiarkan akan membuat kamu menjadi membenci diri sendiri, bahkan lebih sering menginginkan kehidupan seperti yang orang lain tampakkan. Hal tersebut terjadi lantaran kamu tidak dapat menerima dirimu sendiri.

Menerima diri adalah menerima diri sendiri apa adanya. Menerima segala kekurangan dan kelebihan, baik itu keadaan fisik maupun potensi dan apa yang melekat serta dimiliki pada dirinya dengan berupaya terus memperbaiki serta meningkatkan kualitas diri. Kamu luar biasa dengan caramu sendiri. Berikut yang harus kamu lakukan agar menerima dirimu sendiri.

Baca Juga: Untuk Kalian yang Galau Karena Cinta Sendiri, Tenang Kalian Tidak Sendirian

1. Selalu mensyukuri apa yang telah dimiliki

Manusia tidak pernah mengenal yang namanya kata cukup. Selalu ada saja hal yang membuatnya tidak bersyukur. Padahal apa yang tidak kita syukuri, terkadang adalah hal yang paling diinginkan oleh orang banyak. Banyak loh yang menginginkan berada pada posisi kita saat ini dan banyak pula hal yang dapat kita syukuri.

Contohnya saja, kita masih dapat bernapas hingga detik ini, masih memiliki mata untuk melihat tulisan ini dan masih memiliki jari yang utuh untuk menggerakan layar ponsel yang kamu miliki. Namun, karena terlalu sering mencari celah pada diri sendiri sehingga kita luput dari kelebihan yang kita miliki. So, dengan fokus pada kelebihan diri dan bukan pada kelemahan diri, maka kita berubah menjadi pribadi yang pandai yang mensyukuri diri dan mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki.

2. Jangan mengkritik diri sendiri

Seringnya mengkritik diri pada hal yang negatif membuat seringkali kamu merasa rendah diri. Bahkan yang lebih parah, jika membandingkan diri sendiri dengan apa yang dimiliki dan yang sudah dicapai oleh orang lain, maka hidup kita akan selalu dibayangi oleh kehidupan dari orang lain yang kamu pikir jauh beruntung dari pada kamu.

Apa yang ditampakan oleh orang lain tidak selalu indah dengan yang dirasakan selama ini, bisa jadi kesuksesan yang ia capai berkat perjuangan panjang dan pengorbanan besar yang telah ia lewati. Selain itu, mengkritik diri sendiri muncul saat setiap kali kamu berbuat kesalahan. Sejatinya, setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan.

Namun, seringkali kita malah berlebihan dalam menyalahkan diri kita sendiri yang berimbas pada ketidakmampuan kita dalam belajar dari kesalahan tersebut. Mulai sekarang ubahlah kalimat ‘’Saya adalah sumber kesalahan’’ dengan ‘’Saya melakukan kesalahan’’ dengan mengakui keselahan tersebut, kamu dapat belajar untuk tidak mengulanginya yang kedua kalinya. 

3. Terima pujian sebagai hadiah

Terimalah segala bentuk pujian sebagai hadiah dan penghargaan dari apa yang telah kamu capai, bukan sebagai hal yang patut untuk disombongkan. Sebab di dunia ini tidak ada yang kekal dan dengan kesombongan akan menghancurkan diri sendiri suatu saat nanti. Jika ada seseorang yang memuji kamu, maka balaslah dia dengan memujinya kembali sesuai dengan kebenarannya.

Pujian yang kamu terima saat ini jadikan sebagai pemantik untuk semakin berusaha menjadi lebih baik lagi bukan malah lupa diri. Seringkali dengan pujian kamu malah merasa sudah puas diri dengan apa yang telah kamu capai saat ini, sehingga lupa bahwa pujian hanya bersifat sementara dan kedepannya kamu harus menghadapi tantangan hidup yang berbeda yang mesti kamu taklukkan.

4. Luangkan waktu bersama orang-orang yang positif

Dengan siapa kamu berteman akan mempengaruhi karakter dan akan jadi apa kamu kedepan. Untuk itu, selalu kelilingi dirimu dengan teman-teman positif. Pasti kamu sering mendengar ungkapan ini, apabila kamu berteman dengan penjual minyak wangi, maka kamu akan kecipratan harumnya.

Namun sebaliknya jika kamu berteman dengan pandai besi, maka tentu jika tidak terkena percikan apinya, kamu akan terciprat baunya asapnya. Bukan bermaksud pilih-pilih teman, namun alangkah baiknya jika kamu dapat selektif kembali dalam bergaul, karena tidak sedikit banyak orang yang salah dalam memilih teman bergaul hingga akhirnya ia terjerumus dalam lembah kesesatan. Teman yang positif tentu akan menghantarkanmu menjadi pribadi positif lagi bukan.

5. Tanamkan pikiran positif bahwa kita akan berhasil dan bahagia

Kamu tidak pernah berhasil dan bahagia jika kamu selalu saja berpikir bahwa kamu selalu gagal dan menderita. Pikiran memiliki peran besar dalam menentukan perasaan dan tindakan seseorang dalam melakukan sesuatu. Apapun yang kamu pikirkan, Kamu akan menjadi seperti apa yang kamu pikirkan.

Jika pikiranmu positif, maka kamu akan menjadi pribadi yang positif, namun apabila selalu berpikir negatif maka pribadi mu akan berubah pula menjadi negatif. Pikiran positif adalah pikiran yang selalu diberi dengan asupan yang baik. Seperti dengan diberi dengan ilmu yang bermanfaat, lingkungan, tontonan yang baik.

Sesuai dengan hukum pikiran, saat kamu selalu bepikir positif, maka kamu akan mudah menarik hal-hal yang baik untuk menghampirimu. Dengan senantiasa menanamkan diri dengan pikiran positif, maka tidak ada yang menghalangi diri kamu untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan mu sendiri.

6. Membaca buku-buku pengembangan pribadi

Salah satu hal yang dapat mempengaruhi masa depan lima tahun kedepan adalah dari buku apa yang kamu baca sekarang. Dalam memilih buku apa yang akan dibaca kita pun harus selektif. Jangan memilih buku bacaan yang murahan, dalam artian buku yang dapat merusak pikiran dan moral setelah membacanya, lebih parahnya apabila kita kurang kritis dalam membaca dan menyerap tulisannya.

Tetapi pilihlah buku bacaan yang dapat membantu kamu untuk berkembang dan jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Jika kamu sering membaca buku yang berkaitan dengan pengembangan diri, tentu kamu jauh lebih mengenal, mememahami dan menerima dirimu sendiri, bahkan kamu jadi mampu mengembangkan apa yang menjadi potensi kamu selama ini.

7. Berusaha menggali potensi terbaik dalam diri

Dengan fokus pada kelebihan diri, maka kamu akan berusaha menggali potensi diri dengan sebaik mungkin. Setiap individu merupakan pribadi yang unik, sebab masing-masing dari kita sudah dibekali dengan bakat dan kemampuan yang berbeda oleh Tuhan yang Maha Kuasa yang seharusnya sudah kamu sadari itu.

Untuk mampu memaksimalkan pemberian tersebut, kamu dapat meningkatkan kemampuan tersebut dengan terus mengasahnya dan dengan memanfaatkan kesempatan serta peluang yang ada.

Menerima diri berarti kita bersyukur dengan pemberian Tuhan. Menerima diri adalah cara terbaik untuk berbaikan dengan diri sendiri. Banyak manfaat yang kamu dapatkan jika mau menerima dirimu sendiri, diantaranya merasakan perasaan senang dan lebih sehat karena telah menyadari bahwa tidak ada individu sempurna, semua pasti memiliki kekurangan dan dibalik kekurangan tersebut pasti dia memiliki kelebihannya tersendiri. 

Setelah menyadari itu dan kamu memiliki kekuatan untuk menerima kelebihan serta kekuranganmu, kamu akan lebih bersemangat dalam melakukan perbaikan diri dengan rasa tanggung jawab bahwa kamu mampu melaksanakan pekerjaan sebaik orang lain.

Dari sikap menerima diri akan muncul kepercayaan dalam diri untuk membangun sikap positif lainnya. Jika kita sudah mampu menerima diri sendiri, selanjutnya kita akan lebih mudah menerima orang lain.

Sumber: hipwee.com



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0