Regulator Obat Eropa Restui Vaksin Covid-19 AstraZeneca-Oxford

Vaksin AstraZeneca Sudah Digunakan di Inggris Pada Akhir Desember 2020.

Jakarta, Nusantaratv.com - Regulator obat Eropa ( European Medicines Agency/EMA) menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford.

EMA pada Jumat (29/1/2021), mengatakan regulator obat itu telah menilai keamanan dan keefektifan vaksin Covid-19 dan merekomendasikan otorisasi pemasaran bersyarat formal yang diberikan Komisi Eropa, badan eksekutif UE (Uni Eropa).

Mereka menyebut suntikan kemungkinan akan berhasil pada orang berusia lanjut, kendati komite vaksin Jerman pada Kamis (28/1/2021) merekomendasikan tidak memberikan vaksin kepada orang di atas 65 tahun.

Kami telah memperbanyak gudang vaksin untuk negara-negara anggota UE dalam rangka memerangi pandemi dan melindungi warga - kata Direktur Eksekutif EMA, Emer Cooke, dalam pernyataannya, dikutip dari CNBC, Sabtu (30/1/2021).

Seperti dalam kasus sebelumnya, The Committee for Medicinal Products for Human Use (CHMP) telah mengevaluasi vaksin ini secara ketat, dan berdasarkan kajian ilmiah, kami mendukung komitmen kuat UE untuk menjaga kesehatan warga - lanjut Cooke, merujuk pada komite obat-obatan manusia EMA.

Vaksin AstraZeneca sudah digunakan di Inggris pada akhir Desember lalu, bersama dengan vaksin Pfizer-BioNTech, yang telah diizinkan untuk digunakan di UE. Persetujuan tersebut terjadi di tengah lambatnya program vaksinasi Covid-19 di UE. Blok itu juga terlihat sangat rentan terhadap kekurangan pasokan.

Eropa mendapat dua pukulan baru-baru ini. Pfizer mengatakan akan menahan sementara produksi dalam rangka meningkatkan kapasitas produksinya di pabrik Belgia. Adapun AstraZeneca pekan lalu mengatakan akan mengirimkan dosis ke UE lebih sedikit dari yang diperkirakan semula, karena masalah produksi di pabriknya Belanda dan Belgia.

Penundaan tersebut telah memicu krisis di blok tersebut. UE mengatakan akan membatasi ekspor vaksin virus corona dari blok itu dalam upaya untuk memprioritaskan warganya. Kontrol ini diharapkan berlangsung hingga Maret.

Pada Rabu (27/1/2021), UE menuntut agar AstraZeneca memenuhi perjanjiannya untuk memasok jutaan vaksin dengan berbagai cara yang diperlukan.

Sementara itu, keraguan vaksin Astrazeneca untuk kelompok usia tua diungkapkan komiten vaksin Jerman. Komite vaksin Jerman mengatakan vaksin ini direkomendasikan hanya kepada orang berusia antara 18-64 tahun. 

Hal ini karena tidak ada cukup data untuk menilai kemanjuran pada orang berusia di atas 65 tahun. Relawan uji coba orang lanjut usia (lansia) dimasukkan pada uji klinis fase tiga yang berlangsung di Inggris dan Brasil, dan sebelumnya di Afrika Selatan.

Namun hanya sedikit data yang tersedia tentang keampuhan bagi usia di atas 65 tahun. AstraZeneca ketika mempublikasikan temuan percobaannya di jurnal medis The Lancet pada Desember, mengatakan data ini akan bertambah. 

Karena kelompok usia tua direkrut lebih lambat daripada kelompok usia muda. Data kemanjuran kelompok ini sekarang masih terbatas, tetapi data tambahan akan tersedia dalam analisis di masa mendatang - urainya.
 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK