Regenerasi Atlet Atletik di Indonesia Terkendala Ketersediaan Fasilitas 

Selain itu liputan media menjadi salah satu kunci pengembangan atletik ke seluruh dunia

Sekjen PB PASI Tigor Tanjung/ist

Jakarta, Nusantara TV-Proses regenerasi atlet atletik di Indonesia masih terkendala masalah klasik yakni belum tersedianya fasilitas yang standar di setiap cabang yang dibina PB PASI. 

Fakta kurang menggembirakan tersebut diungkapkan Tigor Tanjung, Sekjen PB PASI. 

Karenanya, kata Tigor, survei Global Conversation yang baru-baru ini diadakan oleh Badan Atletik Dunia (World Athletics) menjadi penting sebab menjadi alat suara semua pelaku dan pemangku kepentingan atletik. 

“Seperti di Indonesia, ketersediaan fasilitas dengan standar yang sama di setiap cabang PB PASI masih menjadi kendala hingga saat ini yang berujung pada lambatnya regenerasi atlet,” ujar Tigor Tanjung, Sekjen PB PASI dalam rilis yang dikirimkan kepada media, Jumat (30/4/2021). 

“Ini mengapa survei Global Conversation ini menjadi penting karena menjadi alat suara semua pelaku dan pemangku kepentingan Atletik untuk bisa memberikan aspirasi mereka ke dalam World Plan for Athletic untuk dekade mendatang," imbuhnya. 

Survei Global Conversation, adalah sebuah survei yang sedang diadakan oleh Badan Atletik Dunia (World Athletics) yang akan menentukan arah dari cabang olah raga ini di dekade yang akan datang.

Survei ini merangkum kesimpulan sementara bahwa kualitas yang lebih baik dan tambahan fasilitas, liputan media yang lebih besar, termasuk di media elektronik seperti televisi, dan lebih banyak lagi program atletik di sekolah-sekolah adalah kunci dari pengembangan atletik di seluruh dunia.

Baca juga: Agar Muncul 'Zohri Baru', Menpora Ingin Lintasan Atletik di NTB Direnovasi

Survei yang dimulai pada akhir Maret lalu dan akan berlangsung hingga akhir April, sejauh ini telah mengumpulan 10.000 masukan dari di 141 negara di 6 benua. Sampai hari ini, hampir 1.000 orang atlit professional telah mengisi survei ini. 27 persen diantaranya merasa kekurangan fasilitas merupakan tantangan utama dalam mengembangkan atletik di negara mereka.

Temuan lainnya menyatakan bahwa lima puluh lima persen dari pelatih sangat setuju bahwa atletik adalah cabang olahraga yang paling mudah diakses dan aktivitas terbaik untuk mewujudkan dunia yang lebih sehat dan fit.

Mereka yang bisa dianggap sebagai atllet amatir adalah bagian terbesar dari demografik sejauh ini. Ketika ditanya hal apa yang paling dapat menarik fans atletik ke cabang olahraga ini, jawaban mereka adalah liputan lebih luas mengenai atletik di media dan televisi selain mengenai acara-acara pertandingan besar.

Para penggemar juga menyuarakan keinginan mereka untuk melihat lebih banyak liputan di media dengan 33 persen dari mereka mengatakan bahwa minimnya pemberitaan di media dan televisi merupakan tantangan terbesar untuk menarik minat penggemar ke Atletik.

Dari semua demografi ini, porsi keberadaan atletik yang lebih banyak di kurikulum sekolah adalah solusi utama sejauh ini untuk menarik para penggemar atletik.

Untuk bisa menyuarakan aspirasi Anda tentang atletik, masih ada waktu untuk mengisi survei ini di: https://surveyhub.deloitte.co.uk/wix/p402654971948.aspx.

Berbagai masukan yang dirangkum di Global Conversation ini akan membantu memberikan pemahaman lebih jelas bagi Badan Atletik Dunia mengenai tantangan dan kesempatan di masa depan dan bagaimana komunitas atletik membayangkan cabang olahraga ini di masa sekarang dan mendatang.

Temuan-temuan survei ini akan dipakai untuk merancang World Plan for Athletics 2022-2030, sebuah dokumen kunci untuk semua yang terlibat dalam atletik, mempersiapkan sebuah peta jalan dari pertumbuhan dan pengembangan dari atletik hingga 2030.

Fungsinya adalah untuk menampung aspirasi dari komunitas atletik, mengidentifikasi posisi atletik di dunia, dan mengukuhkan visi dan arah untuk periode hingga 2030, mempersiapkan kerjasama dari Badan Atletik Dunia, Member Federations dan Area Associations, dan pihak yang terkait di atletik untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan atletik di dunia. Rancangan ini akan menjabarkan secara jelas peran dan kewajiban, linimasa, hasil yang terukur dan implikasi terhadap sumber daya dan dana.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK