Rahasia Umur Panjang Orang Zaman Dulu

Mbah Gotho, yang dilihat dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimilikinya, dia dilahirkan pada tahun 1870. Meski tubuhnya kini agak membungkuk karena usia, mbah...

Mbah Gotho dan Nenek Anami.

Nusantaratv.com - Usia panjang tidak hanya didominasi oleh orang-orang dari luar negeri. Di Indonesia, tepatnya di Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, ada seorang kakek bernama Mbah Gotho, yang dilihat dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimilikinya, dia dilahirkan pada tahun 1870. Meski tubuhnya kini agak membungkuk karena usia, mbah Gotho masih terlihat sehat.

Menurut ahli Gizi Ati Nirwanawati, orang-orang yang terlahir di masa penjajahan dahulu, terbilang kuat-kuat dan memiliki usia panjang, karena melakukan aktivitas secara maksimal, seperti bekerja di sawah dan tidur yang cukup.

“Kegiatan sehari-hari mereka sudah sangat teratur. Mereka melakukan aktivitas secara maksimal seperti bekerja di sawah, serta tidur yang cukup,” kata Ati seperti dikutip dari merdeka.com.

Baca Juga: Viral Kakek Nenek Lawan Perampok. Aksi Mereka Juga Pernah Dilakukan Oleh Sejumlah Sepuh

Disamping teratur dalam menjaga pola kegiatan sehari-hari, Ati menyebutkan bahwa orang-orang zaman dulu sangat teratur menjaga pola makan mereka.

“Mereka rata-rata makan teratur, makan tiga kali sehari. Dan yang pasti mereka sarapan dahulu sebelum memulai aktivitas,” ucapnya.

Selain itu, orang pada zaman dahulu juga lebih sering mengontrol pola makannya agar dapat melakukan aktivitas yang seimbang.

Mbah Gotho

“Mereka lebih sering makan sayur, dan porsi makannya tidak terlalu banyak. Para orang tua zaman dahulu tidak suka dengan camilan,” papar Ati.

Ati pun membandingkan kehidupan zaman dahulu dengan zaman modern sekarang ini. Di zaman modern, ibu-ibu muda lebih suka membeli makanan cepat saji, seperti junkfood dan mie instan.

“Kan hidup di Ibu Kota tingkat stresnya lebih tinggi, banyak waktu yang terbuang begitu saja karena urusan pekerjaan dan lain. Alhasil banyak ibu-ibu muda sekarang yang borong camilan seperti mi instan keripik-keripik yang ada bahan pengawet untuk anaknya,” ucapnya.

Baca Juga: Mahathir Mohamad Jadi Orang Tertua Malaysia yang Divaksinasi

Masyarakat sekarang juga dinilai jarang berolahraga, sehingga aktivitasnya dinilai kurang maksimal, tambahnya.

“Kalau orang-orang di desa kan rumahnya luas, sehingga sebelum memulai aktivitasnya di sawah, dia sudah berolahraga ringan terlebih dahulu. Kalau zaman sekarang mereka pada sibuk, olahraga jarang dan ke mana-mana pakai transportasi. Makan berlebih namun olahraga kurang, seperti makan junkfood karena dinilai lebih dekat,” pungkasnya. 

Sumber: merdeka.com

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK