Punya Penyakit Jantung? Hindari Obat-obatan Ini

Bagi yang pernah mengalami sakit jantung, dokter akan menganjurkan untuk selalu minum obat untuk mencegah munculnya kembali serangan atau penyumbatan pembuluh...

Ilustrasi obat penyakit jantung

Nusantara TV - Bagi yang pernah mengalami sakit jantung, dokter akan menganjurkan untuk selalu minum obat untuk mencegah munculnya kembali serangan atau penyumbatan pembuluh darah ke jantung berulang.
 
Namun, akibat sering banyak minum obat, pasien penyakit jantung terkadang mengeluhkan munculnya gangguan lain seperti sakit kepala dan nyeri di beberapa anggota tubuh. Sehingga terpaksa dirinya minum obat lain untuk meredakan nyerinya, selain obat jantung yang rutin diminum.
 
Jika hal ini yang terjadi pada Anda, berhati-hatilah, pasalnya, beberapa obat jantung tidak cocok kalau dibarengi dengan obat lain, terlebih minumnya secara bersamaan.
 
Adapun beberapa jenis obat yang sebaiknya jangan diminum ketika masih rutin mengonsumsi obat sakit jantung, antara lain: 
 
Obat Pengencer Darah di Luar Resep Dokter
 
Dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter mengatakan, bahwa jenis obat jantung itu sebenarnya cukup banyak. Akan tetapi, salah satu yang sering diberikan kepada pasien dengan kasus penyumbatan pembuluh darah ke jantung adalah aspirin.
 
Aspirin termasuk obat pengencer darah. Jadi, seandainya Anda mengonsumsi juga obat pengencer darah lain seperti Heparin, dengan tujuan agar makin efektif, itu justru akan berdampak buruk. Risiko yang bisa timbul saat terjadi pendarahan, akan sulit dihentikan. Hal ini bisa terjadi kalau minum kedua obat itu secara bersamaan.

Ilustrasi obat penyakit jantung

Pil KB (kontrasepsi) hormonal

Dr. Alvin juga menyarankan pasien yang sedang rutin minum obat sakit jantung agar tidak minum pil KB hormonal dulu.
 
Kontrasepsinya bisa dialihkan dengan jenis yang lain seperti menggunakan kondom atau IUD, untuk menunda kehamilan.

Dan sebaiknya sebelum melakukan kontrasepsi, konsultasikan dulu dengan dokter.

Nanti dokter akan dapat melihat, kira-kira kontrasepsi yang cocok dengan kesehatan Anda.
 
Obat Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat untuk menyembuhkan peradangan. Namun saat mengonsumsi obat ini sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter, karena untuk pemakaian dalam waktu lama, berisiko penyakit jantung yang pernah diderita, dapat kambuh kembali.

“Oleh sebab itu, jika memang dicurigai ada peradangan di bagian tubuh tertentu, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Lagi pula, efek samping kortikosteroid juga bisa memicu adanya perdarahan pada lambung,” kata dr. Alvin.
 
“Jadi bayangkan, kalau Anda sedang minum obat sakit jantung, misalnya obat pengencer darah, terus Anda minum juga steroid dalam dosis tinggi, itu akan memicu perdarahan yang makin parah. Organ lain malah kena imbasnya,” tutur dr. Alvin untuk melengkapi.
 
Obat Pereda Nyeri (NSAID)

Ketika masih dalam masa pengobatan sakit jantung, tiba-tiba kita mengalami sakit kepala, disarankan untuk tidak buru-buru meminum obat ibuprofen. Sebab interaksi obat pereda nyeri ini akan mirip dengan obat kortikosteroid.
 
Saat mengalami pegal, linu, atau sakit kepala, kita akan segera meminum obat pereda rasa nyeri. Namun ternyata obat-obat seperti ini akan memperberat kerja jantung. Selain berefek pada kerja jantung, obat NSAID ini juga dapat meningkatkan tekanan darah dan juga meningkatkan risiko kambuhnya sebuah penyakit.

Ilustrasi obat-obatan untuk penyakit jantung

Sebagai informasi tambahan, obat jenis NSAID juga tidak boleh diminum sebelum atau sesudah operasi bypass jantung (CABG).
 
Sebagai alternatifnya, Anda dapat meminum obat parasetamol, katanya parasetamol aman dibanding minum ibuprofen saat sakit kepala. Namun langkah yang bagus, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, agar Anda dapa diberikan atau disarankan pada obat yang tepat.
 
Menurut dr. Alfin, sebenarnya masih ada beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat sakit jantung, yakni obat sembelit, dekongestan, dan obat antidepresan. Namun ketiga obat ini efeknya tidak terlalu signifikan.

Terkadang seorang dokter malah menyelipkan obat sembellit pada pasien penderita jantung. Hal ini dilakukan agar pasien tersebut tidak mengejan terlalu keras saat BAB.
 
“Mengejan terlalu kuat tidak disarankan bagi orang yang sakit jantung, maka obat sembelit kadang diberikan. Tapi, tergantung jenis obat sembelitnya juga. Jadi, untuk obat sembelit, dekongestan, dan antidepresan, harus spesifik dulu jenisnya. Secara umum, sih, sebetulnya aman,” dr. Alvin menambahkan.
 
Setelah mengetahui uraian di atas, kini sudah tahu, kan, bahwa asal minum obat itu sangat berisiko untuk kesehatan tubuh? Semoga bermanfaat ya.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK