Telah Rampung, Kini Bendungan Sindangheula Mulai Dibanjiri Air

Bendungan Multifungsi Sindangheula Rampung dan Mulai Diisi
Telah Rampung, Kini Bendungan Sindangheula Mulai Dibanjiri Air
Bendungan Sindangheula/ Liputan6.com

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pengisian (impounding) Bendungan Sindangheula yang berada di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. 

Bendungan berkapasitas 9,26 juta m3 tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan air baku untuk domestik dan industri di Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon dengan menyuplai air baku sebesar 800 liter/detik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan selain untuk memenuhi kebutuhan air baku, keberadaan Bendungan Sindangheula perlu dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata air di Banten.

"Saya kira nanti Bendungan Sindangheula akan menjadi area wisata karena dekat sekali dengan Kota Serang. Mudah-mudahan dengan adanya tol dari Serang ke Panimbang pasti akan lebih mudah dijangkau,” ujar Menteri PUPR.

Baca Juga: Kementerian PUPR Siap Banjiri 3 Bendungan yang Telah Rampung

Dengan telah selesainya konstruksi Bendungan Sindangheula, secara resmi pada 25 November 2019, mulai dilakukan pengisian air atau impounding oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Hari Suprayogi.

Dalam sambutannya, Hari Suprayogi berpesan untuk pemanfaatan bendungan sebagai destinasi pariwisata air sebaiknya diarahkan ke daerah genangan di kawasan hilir. Hal itu dikarenakan kawasan inti bendungan bukan merupakan tempat yang bisa diakses banyak orang.

"Agar dibuatkan desain zona mana saja yang menjadi daerah genangan untuk rekreasi, kalau perlu nanti dibangun akses routenya. Masalah kualitas air juga perlu dijaga, daerah hulu terlihat masih hijau juga harus dijaga, dan sampaikan ke Kabupaten Serang untuk mengeluarkan aturan jangan perbolehkan ada perikanan karamba di bendungan," kata Hari.

Menurut Hari, pembangunan bendungan tersebut sebenarnya telah diselesaikan selama tiga tahun dari akhir 2015 hingga akhir 2018 karena penyediaan lahan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Banten dengan total pembebasan lahan 154,60 hektar.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1