Menkeu: Membeli Properti Sekarang Kita Ringankan

Menkeu Sri Mulyani Indrawati bertekad akan berupaya dalam meringankan seluruh halangan untuk bisa mendapatkan properti.
Menkeu: Membeli Properti Sekarang Kita Ringankan
Menkeu Sri Mulyani Indrawati/ Kemenkeu

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merespon masukan dari para pengusaha properti dengan memberikan beberapa insentif untuk meningkatkan pertumbuhan sektor properti. 

Kebijakan insentif fiskal yang diberikan adalah subsidi, peningkatan Tidak Kena PPN Rumah Sederhana berdasarkan daerahnya, pembebasan PPN atas Rumah/Bangunan Kena Bencana, peningkatan Batasan Nilai Hunian Mewah yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dari Rp 5 miliar dan/atau Rp 10 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Selain itu, ada juga penurunan tarif PPh pasal 22 atas Hunian Mewah dari tarif 5% menjadi 1%, dan simplifikasi prosedur validasi Pajak Penghasilan (PPh) penjualan tanah/bangunan dari yang sebelumnya 15 hari menjadi hanya 3 hari.

Baca Juga: Program Bedah Rumah di Kawasan Wisata Mandalika

"Seluruh halangan untuk membeli properti sekarang kita ringankan. Jadi, kapan sektornya pick up 10% atau 15% per tahun growthnya?," ujar Menkeu di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu, (18/9/2019).

Menurut Menkeu, sektor properti merupakan sektor yang memiliki multiplier effect untuk sektor lainnya. Ia menyebutkan dengan adanya peningkatan aktivitas di sektor properti juga akan memberikan dampak positif pada sektor perdagangan, sektor industri logam, semen, transportasi, jasa keuangan dan asuransi.

"Konstruksi dan properti memiliki karakter ekonomi yang sangat baik. Kalau sektor ini tumbuh Rp 1 triliun maka dampaknya ke ekonomi lebih dari Rp 1 triliun bahkan hampir Rp 2 triliun," kata Menkeu.