Kemenhub Paparkan Pembiayaan Infrastruktur Transportasi di IKN Baru Kepada Komisi V DPR

Kemenhub Jelaskan Kesiapan dan Pembiayaan Infrastruktur Transportasi di Ibu Kota Negara Baru kepada Komisi V DPR
Kemenhub Paparkan Pembiayaan Infrastruktur Transportasi di IKN Baru Kepada Komisi V DPR
Sesjen Kemenhub Djoko Sasno/ Kemenhub

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan kesiapan dan rencana pembiayaan pembangunan infrastruktur transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru kepada jajaran Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasno menyampaikan peranan Kemenhub dalam mendukung Ibu Kota Negara Baru yakni meliputi dukungan pada empat sektor, yaitu transportasi, perumahan dan jalan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan energi.

Pada sektor transportasi, kegiatan utama yang akan dilakukan Kemenhub yaitu pengembangan transportasi multimoda dan konektivitas antar wilayah. Pada sektor Perumahan dan Jalan yaitu Penyediaan aksesibilitas perumahan dan permukiman yang memadai dan aman. Pada sektor TIK yaitu mendukung penerapan sistem transportasi dan sistem komunikasi yang terintegrasi. Kemudian pada sektor Energi yaitu pengembangan transportasi hijau dan ramah lingkungan.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di empat sektor tersebut, yaitu terwujudnya konektivitas intermoda, perencanaan mengikuti master plan IKN, transportasi berbasis digital, dan kendaraan ramah lingkungan.

Baca Juga: Pembangunan MRT Bundaran HI-Ancol Ditargetkan Rampung 2024

Untuk konektivitas intermoda, disiapkan melalui moda Kereta Api yaitu : KA antar kota Samarinda – Balikpapan – Tanjung, KA Perkotaan Sepinggan-karang Joang-IKN (MRT Tahap I) dan Karang Joang-Semboja-Sepaku-IKN (MRT Tahap II), KA antar kota Trans Kalimantan, Stasiun IKN, Stasiun Besar dan Stasiun MRT. Melalui moda transportasi laut yaitu : Short Sea Shipping dan Area Reservoir.

Semetara untuk konektivitas maritim disiapkan Pelabuhan Semayang sebagai pelabuhan utama penumpang, Pelabuhan KKT sebagai pelabuhan utama barang, Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Dermaga Penyeberangan Pulau Balang, ITCI, Mentawir, Dermaga Somber, Dermaga Kampung Baru, Short sea Shipping Semayang-Kariangau-Pulau Balang-Mentawir, Perlu Penetapan Jalur Traffic Separation Scheme (TSS).

Sedangkan ntuk konektivitas udara disiapkan pengembangan Bandara Non APBN yaitu : Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman sebagai Bandara HUB Internasional dan domestik, Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto sebagai Bandara Domestik dan Bandara VVIP (untuk private jet dan tamu negara) yang terletak 15-20 KM dari pusat pemerintahan.

"Kami memaksimalkan infrastruktur yang sudah ada dengan meningkatkan beberapa fasilitas seperti bandara dan pelabuhan," kata Sesjen Kemenhub.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0