Produsen Mobil SsangYong Hentikan Operasional Pabrik Gegara Krisis Chip Semikonduktor

SsangYong Motor Co Dikabarkan Sedang Menghadapi Masalah Finansial.

SsangYong Motor Co menghadapi krisis semikonduktor. (Yonhap)

Nusantaratv.com - Produsen mobil asal Korea Selatan (Korsel), SsangYong Motor Co, pada Kamis (8/4/2021), mengatakan mereka akan menangguhkan pengoperasian pabrik lokalnya selama sepekan karena krisis chip semikonduktor.

SsangYong akan menghentikan pabriknya di Pyeongtaek, 70 kilometer selatan Seoul, mulai hari ini, atau pada 8 hingga 16 April. Mereka rencananya akan kembali melanjutkan operasional pabriknya pada 19 April mendatang, seperti dikutip dari Kantor Berita Yonhap, Kamis (8/4/2021).

Sebelumnya, produsen mobil yang berfokus pada SUV (Sport Utility Vehicle) itu kembali beroperasi pada 2 Maret lalu, setelah menghentikan pabrik Pyeongtaek selama 16 hari pada Februari karena subkontraktornya menolak untuk memasok suku cadang karena pembayaran yang belum dibayar.

Produsen mobil terbesar kelima di Negeri Ginseng itu dikabarkan sedang menghadapi masalah finansial. SsangYong mengajukan penerimaan pengadilan pada Desember tahun lalu, setelah gagal mendapatkan persetujuan untuk perputaran pinjaman yang ada dari kreditornya.

Perusahaan menerima penangguhan tiga bulan atas kewajibannya untuk membayar utangnya hingga 28 Februari karena bertujuan untuk mencari investor baru.

Restrukturisasi yang dipimpin pengadilan untuk SsangYong secara luas diharapkan dimulai pekan ini paling awal karena HAAH Automotive Holdings Inc., satu-satunya investor potensial, tidak mengajukan letter of intent (LOI) untuk mengakuisisi produsen mobil tersebut.

Induk India SsangYong Motor, Mahindra & Mahindra Ltd. telah melakukan pembicaraan dengan importir kendaraan asal Amerika Serikat (AS) untuk menjual saham mayoritasnya di unit Korea sebagai bagian dari rencana reorganisasi globalnya di tengah pandemi Covid-19.

Mahindra mengakuisisi 70 persen saham di SsangYong seharga 523 miliar won (US$467 juta) pada 2011, dan saat ini memegang 74,65 persen saham di pabrikan mobil Korsel itu. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK