Produsen Ban Michelin Perluas Bisnis, Dari Ban Hingga Alkes

Michelin Bersama Produsen Suku Cadang Mobil Prancis Faurecia Berbisnis Symbio.

Ilustrasi ban Michelin. (Shutterstock)

Nusantaratv.com - Produsen ban mobil dan motor asal Prancis, Michelin, menargetkan tambahan pendapatan tahunan pada 2030 sekitar 14 miliar euro (US$17 miliar).

Mengutip Autoblog, Senin (12/4/2021), target tersebut bakal dicapai usai pulih dari pandemi Covid-19 dan diversifikasi bisnis dari semula ban mobil dan motor, termasuk ke tenaga hidrogen dan alat kesehatan (Alkes).

Perusahaan mengantisipasi pendapatan pada 2030 sebesar 34 miliar euro, lebih tinggi dibandingkan 2020 yakni sebesar 20,5 miliar. "Sambil tetap setia pada DNA kami, profil perusahaan akan berkembang pesat pada 2030, dengan peran yang lebih besar untuk aktivitas baru yang bernilai tinggi," kata Kepala Eksekutif Michelin, Florent Menegaux dalam pernyataannya, pekan lalu.

Perusahaan yang berdiri pada 1889 itu mengharapkan pertumbuhan tercepat datang dari bisnis membuat sistem tenaga hidrogen untuk mobil. Pertumbuhan diperkirakan dari 200 juta euro pada 2025 menjadi 1,5 miliar pada akhir dekade ini. Selain itu, Michelin juga ingin pertumbuhan yang cepat di bidang pencetakan logam 3D dan perangkat medis.

Dalam bisnis, Michelin akan mencapai pertumbuhan dengan mengalihkan beberapa produksi ke lokasi berbiaya lebih rendah untuk menyasar margin lebih tinggi. Seperti banyak bisnis lain yang terkait dengan industri otomotif, Michelin mengalami hantaman parah akibat pandemi Covid-19, yang menyebabkan penurunan permintaan mobil secara global.

Perusahaan memperkirakan akan pulih sepenuhnya pada akhir 2022. Michelin bersama produsen suku cadang mobil Prancis Faurecia, berbisnis Symbio, yakni membuat sistem sel bahan bakar hidrogen untuk kendaraan ringan, kendaraan utilitas, dan truk.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK