Praktek Monopoli Diduga Terjadi di Bandara Moses Kilangin Timika

Hal ini dinilai menodai apa yang telah dikerjakan Bupati Mimika Eltinus Omaleng

Nusantara TV Perkembangan kota Timika di bawah pemerintahan Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengalami banyak kemajuan dan pembangunan berbagai sarana infrastruktur. Saat ini Timika, Kabupaten Mimika, Papua memiliki sebuah bandara berskala internasional, yakni Bandara Moses Kilangin.

Namun di balik semua pembangunan dan perkembangan itu, ada sedikit catatan minus yang disebut terjadi di bandara.

Baca juga: DPD: 10 Tahun Otsus Banyak yang Diterima Masyarakat Papua Barat 

Menurut Forum Peduli Mimika (FPM), tersiar kabar adanya penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan pesawat milik Pemerintah Kota Administratif Timika.

Proses pengadaan hingga operasional pelayanan udara di ibu kota Kabupaten Mimika itu, disinyalir tak berjalan sebagaimana mestinya.

Hal ini telah dilaporkan FPM, perihal adanya indikasi dugaan penyelewengan dana pengadaan pesawat dan monopoli dalam operasionalnya.

"Kami melihat banyak sekali dugaan kejangggalan dan indikasi penyalahgunaan anggaran pemda Timika," ujar Koordinator FPM Nalio Yangkup, Rabu (9/12/2020).

"Kami mendesak diadakannya penyelidikan terhadap kasus-kasus ini, dan meminta pihak pemda Timika untuk menghentikan segala bentuk kerja sama yang merugikan masyarakat dan APBD," imbuh Nalio.

Selain itu, FPM juga mempertanyakan praktik monopoli yang diduga terjadi di Bandara Moses Kilangin.

FPM menduga telah terjadi sejumlah pelanggaran yang disinyalir dilakukan oknum-oknum tertentu di lingkup Pemkot Timika. Pihak oknum terkait diduga melakukan monopoli guna memperkaya diri sendiri.

FPM menilai, apa yang telah dilakukan dan niat baik Bupati Eltinus Omaleng dalam pembangunan di Timika, khususnya di sektor transportasi, sudah dinodai oleh perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di lingkup pemda.

Dugaan praktik monopoli, kata Nalio, mulai dari proses pengadaan pesawat dan helikopter, penunjukkan operator layanan penerbangan, kurangnya layanan masyarakat, tidak adanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, sampai monopoli bisnis di area bandara.

"Semua ini diduga hanya dijadikan usaha atau bisnis pribadi serta memperkaya diri sendiri. Sehingga masyarakat terus mempertanyakan keberadaan pesawat pemda tersebut," tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjut Nalio, pembangunan terminal baru Bandara Moses Kilangin juga diduga dimonopoli oleh oknum-oknum tertentu, mulai dari ground handling pesawat hingga kepemilikan kios-kios di dalam bandara.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK