Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi: Itu Menjerumuskan Saya

Jokowi mengajak seluruh pihak lebih baik memikirkan tantangan yang dihadapi bangsa
Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi: Itu Menjerumuskan Saya
Presiden Jokowi bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak setuju dengan wacana presiden bisa menjabat lebih dari dua periode. Ia menilai hal itu bertentangan dengan semangat Reformasi '98 dan menjerumuskan.

Baca juga: Ini Alasan PDIP Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden 

"Saya adalah produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pasca reformasi. Posisi saya jelas: tak setuju dengan usul masa jabatan Presiden tiga periode," ujar Jokowi melalui akun Twitter-nya, @jokowi dikutip Selasa (3/12/2019).

"Usulan itu menjerumuskan saya," imbuh dia.

Menurut Jokowi ketimbang mengurusi masa kepemimpinan presiden dan wakil presiden, lebih baik memikirkan menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa saat ini dan ke depan. Terutama tantangan yang datang dari luar Indonesia.

"Saat ini lebih baik kita konsentrasi melewati tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan," kata dia.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Arsul Sani sebelumnya mengatakan ada usul perubahan masa jabatan presiden yang saat ini maksimal dua periode menjadi tiga periode, dalam pembahasan amendemen UUD 1945.

Selain itu, ada juga usulan masa jabatan presiden menjadi 1x8 tahun. Alasannya, masa jabatan yang lebih lama akan membuat presiden-wakil presiden mampu mengeksekusi programnya dengan lebih baik.

Pihaknya masih menghimpun semua masukan mengenai masa jabatan presiden.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0