Satu-satunya Srikandi Pimpinan KPK, Total Kekayaan Lili Pintauli Siregar Rp781 Juta

Berdasarkan data e-LHKPN, kekayaan Lili Pintauli Siregar yang dilaporkan ke KPK tercatat senilai total Rp781 juta.
Satu-satunya Srikandi Pimpinan KPK, Total Kekayaan Lili Pintauli Siregar Rp781 Juta
Pimpinan KPK terpilih, Lili Pintauli Siregar. (CNN Indonesia)

Jakarta, Nusantaratv.com - Lili Pintauli Siregar terpilih sebagai Wakil Ketua KPK periode 2019-2023. Dia menyingkirkan dua kandidat lainnya, yakni Neneng Euis Fatimah (akademikus) dan Sri Handayani (Polri) saat seleksi uji publik dan wawancara oleh Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019) dini hari.

Lili menjadi satu-satunya srikandi di lembaga anti rasuah Indonesia itu sekaligus penerus Basaria Pandjaitan. Selain juga terdapat nama Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata, sebagai pimpinan KPK. 

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), diketahui Lili terakhir kali melaporkan harta kekayaannya kepada KPK pada akhir 2018. Berdasarkan data e-LHKPN, kekayaan wanita yang menyelesaikan kuliah hukum S1 dan S2 di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) itu tercatat senilai total Rp781 juta. Mayoritas kekayaan Lili didominasi tanah dan bangunan (Rp420 juta) dan kendaraan bermotor (Rp356 juta).

Baca Juga: Pimpinan KPK Terpilih, Ini Rekam Jejak Nawawi Pomolango

Lili mengawali kariernya sebagai Asisten Pembela Umum LBH Medan (1991-1992). Dia kemudian bekerja di Kantor advokat Asamta Paranginangin, SH & Associates (1992-1993), sebagai asisten pengacara. Mulai 1994, wanita kelahiran Bangka Belitung, 9 Februari, 53 tahun silam itu, aktif di Pusat Bantuan dan Penyadaran Hukum Indonesia (Pusbakumi) Medan. 

Dia memegang jabatan Kepala Divisi Advokasi dan Divisi Perburuhan, sebelum menjabat Direktur Eksekutif Puskabumi pada 1999-2002. Lili juga pernah menjadi anggota Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada 2003 hingga 2004. 

Dia terpilih sebagai komisoner LPSK periode 2008-2013 dan bertugas menangani Bidang Bantuan, Kompensasi dan Restitusi. Saat kembali menjadi komisioner pada 2013-2018, Lili menjabat Wakil Ketua LPSK sekaligus penanggungjawab Biro Pemenuhan Hak Saksi dan Korban. 

Di LPSK, Lili pernah terlibat mendampingi justice collaborator (JC) terkait kasus korupsi Wisma Atlet dan Hambalang, yakni Mindo Rosalina Manulang. Sebagai komisioner LPSK, dia juga aktif berkomunikasi dengan saksi kunci kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem. 

Baca Juga: Jokowi Minta Masukan Terkait 10 Capim KPK

Lili mengaku aktif berkomunikasi dengan Marliem pada 26-27 Juli 2017 melalui pesan singkat via WhatsApp, untuk menawarkan perlindungan LPSK. Namun, pesan Lili kepada Marliem pada 30 dan 31 Juli 2017 tidak lagi dibalas.

Disebutkannya, kendati Marliem tidak menolak tawaran LPSK, Direktur Biomorf Lone LLC itu belum pernah mengajukan surat permohonan perlindungan ke lembaganya. Hingga akhirnya Marliem ditemukan tewas di rumahnya, Los Angeles, merika Serikat (AS) pada Kamis (10/8/2017) dini hari waktu AS. Otoritas hukum di AS melaporkan, pria 32 tahun tersebut tewas dengan luka tembak di kepala.