Rocky Gerung Bilang Jokowi Tak Paham Pancasila, PDIP: Cari Sensasi

Menurut Hendrawan Rocky asal bunyi
Rocky Gerung Bilang Jokowi Tak Paham Pancasila, PDIP: Cari Sensasi
Hendrawan Supratikno. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Rocky Gerung menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak paham dengan Pancasila. Akibatnya, ia dianggap menghina Jokowi hingga muncul tanda pagar (tagar) #RockyGerungMenghinaPresiden di Twitter. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menganggap Rocky berimajinasi serta hanya mencari sensasi. 

Baca juga: Status Eks Napi Ahok Disoal, PDIP: Ada Orang Dipenjara Karena Prinsip, Contoh Bung Karno

"Imajinasi Rocky Gerung belakangan mulai liar dan dari segi substansi kurang kontemplatif. Jadi terkesan asal bunyi dan cari sensasi," ujar politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, Rabu (4/12/2019). 

Menurut Hendrawan, pihaknya maupun Jokowi menghargai kritik yang disampaikan siapapun, tak terkecuali Rocky. Tapi, kata dia, asal kritik tersebut bukan untuk mencari popularitas semata. 

"Kita harus tetap menghargai pikiran-pikiran kritis dari siapa pun. Rocky Gerung adalah pemikir yang membangun antitesa terhadap arus utama. Namun bila dorongannya untuk mengukuhkan popularitas, buah pikirannya akan meninggalkan luka sosial, apalagi bila sifatnya sudah menghakimi," papar dia. 

Ucapan Rocky soal Jokowi disampaikan dalam program TV Indonesia Lawyers Club (ILC). Rocky awalnya menyebut Pancasila gagal sebagai ideologi karena sila-sila di dalamnya bertentangan.

"Pancasila itu sebagai ideologi gagal. Karena bertentangan sila-silanya. Saya pernah tulis risalah panjang lebar di Majalah Prisma dengan riset akademis yang kuat bahwa Pancasila itu bukan ideologi dalam pengertian akademik. Dalam diskurs akademis. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, mengakui bahwa perbuatan manusia hanya bermakna kalau diorientasikan ke langit. Sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Apa dalilnya bahwa saya boleh berbuat baik tanpa menghadap langit, itu namanya humanisme tuh. Lalu saya berbuat baik supaya masuk surga, artinya kemanusiaan saya itu palsu. Sila kelima Keadilan Sosial. Versi siapa? Liberalisme? Libertarianisme. Orang boleh isi sila kelima itu dengan marxisme, boleh saja. Diisi dengan Islamisme boleh saja. Karena tidak ada satu keterangan final tentang isi dari Keadilan Sosial itu," ujar Rocky, dikutip Rabu (4/12/2019). 

Rocky lalu menilai bahwa tak ada orang yang Pancasilais di Indonesia, tak terkecuali Jokowi. Ia memandang, Jokowi hanya hafal Pancasila tapi tak memahaminya.

"Saya tidak pancasilais, siapa yang berhak menghukum atau mengevaluasi saya? Harus orang yang pancasilais, lalu siapa? Tidak ada tuh. Jadi sekali lagi, polisi pancasila, presiden juga tak mengerti pancasila. Dia hafal tapi dia nggak ngerti. Kalau dia paham dia nggak berutang, dia nggak naikin BPJS," jelasnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0