Kalahkan Idris, Iwan Fals Cawalkot Depok Paling Kuat

Pemilih Depok disebut tak peduli dengan latar belakang parpol
Kalahkan Idris, Iwan Fals Cawalkot Depok Paling Kuat
Iwan Fals. (Liputan6.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Musisi Iwan Fals menempati posisi teratas sebagai calon wali kota (cawlkot) Depok periode 2020-2025. Data ini merupakan hasil survei yang dilakukan Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia (UI) bersama salah satu kelompok penggiat media sosial, Depok 24 Jam.

Nama Iwan, mengungguli Mohammad Idris dan Pradi Supriatna yang merupakan Wali Kota Depok serta Wakil Wali Kota Depok saat ini.

Menurut peneliti Klinik Digital Vokasi UI, Devie Rahmawati, pengaruh elektabilitas partai politik (parpol) sangat kecil dalam menentukan sosok kandidat yang bakal dipilih dalam Pilkada Depok 2020.

Sebanyak 48 persen warga yang disurvei, tak peduli dengan sejumlah nama yang digadang menjadi kepala daerah selanjutnya, yang dihembuskan sejumlah tokoh parpol di kota Depok                

Sebab mengacu survei kualitatif dengan metode Google form yang menjaring sebanyak 2.800 responden dari Kota Depok,  menyatakan sosok calon wali kota mendatang yang diinginkan bukanlah melihat dari parpol dan asal daerah. Artinya dengan kata lain bisa siapa saja dipilih.

"Jadi, mereka tidak mempedulikan asal usul si pemimpin, namun intinya dia mampu menyelesaikan masalah Kota Depok secara nyata seperti kriminal, pendidikan, sampah. Tidak peduli dia dari kalangan manapun (partai dan nonpartai), atau bukan orang Depok asli yang terpenting mampu menjawab pertanyaan tadi," ujar Devie, Sabtu (14/9/2019).

Iwan Fals yang menetap di Depok sendiri dipilih sebanyak 13 persen. Sementara Idris memperoleh 12 persen, dan Pradi 10 persen.

"Iwan Fals seperti diketahui seorang publik figur. Namanya besar di kancah musik. Sementara Idris dan Pradi adalah Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok yang memimpin sekarang. Keduanya diuntungkan karena intensitas sosialisasi kepada masyarakatnya tinggi," jelasnya.

Di samping ketiga nama, ada juga politisi sekaligus anggota DPR Gerindra Nuroji, Ketua DPC PDIP/DPRD Deputi Hendrik Tangke Allo, politisi PKS sekaligus anggota DPRD Jawa Barat Imam Budi Hartono, dan politisi PKB/DPRD Depok Babai Suhaimi. Mereka masing-masing mendapat persentase 3 persen, kecuali Nuroji yang meraih 4 persen.

Sementara untuk asal parpol, PKS unggul dengan perolehan sekira 14 persen. Lalu diikuti PDIP 14 persen, Gerindra 12 persen, Golkar 2 persen, serta koalisi 3 persen.

"Tapi tetap, penting untuk dicermati kalau mayoritas netizen tak peduli dengan latar parpolnya. Angkanya 57 persen," tandas pengamat sosial itu.