Disebut Wajarkan Kecurangan Pemilu, Ini Bantahan Moeldoko

Disebut lumrahkan kecurangan Pilpres, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah
Disebut Wajarkan Kecurangan Pemilu, Ini Bantahan Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kanan)
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko angkat bicara mengenai dirinya yang dituding mewajarkan kecurangan saat pelatihan saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Menurut dia, materi yang dimaksud adalah pembahasan yang memiliki kontekstual, intinya untuk membangun militansi saksi dan membangun kewaspadaan.

"Konteksnya waktu itu adalah memberi, saya sebenarnya menutup acara, memberi sedikit pembekalan kepada para saksi. Intinya adalah bagaimana membangun militansi kepada saksi, membangun kewaspadaan, membangun awareness, bahwa dalam sebuah demokrasi itu, apa pun itu, kecurangan itu pasti tetap ada. Untuk itu, para peserta harus mewaspadai itu. Itu kontennya seperti itu," ujar Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/6/2019). 

Menurut Moeldoko, dirinya ingin membangun kesadaran para saksi agar waspada terhadap segala bentuk kecurangan. Sebab, dalam demokrasi, sangat dimungkinkan terjadi kecurangan. 

"Pada saat saya bicara memberikan arahan kepada para saksi, kontennya tadi, bagaimana membangun awareness, kewaspadaan, militansi. Karena sangat mungkin terjadi munculnya kecurangan. Jadi kalau ini tidak diwaspadai, ini akan menjadi teledor, menjadi kurang waspada, teledor," papar dia.

Karenanya ia membantah disebut mengajarkan kecurangan kepada para saksi Jokowi-Ma'ruf. Ia pun menepis jika bukanlah kelompoknya yang melakukan kecurangan di pemilu.

"Nggaklah (mengajarkan kecurangan), itu sudah diakui juga oleh Hairul bahwa tidak ada ajakan melakukan kecurangan. Memang kita bukan dari kelompok yang curang kan," jelas Moeldoko.

Sebelumnya, caleg PBB, Hairul Anas Suaidi, menyebut Moeldoko menyampaikan materi 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi' ketika pelatihan saksi Jokowi-Ma'ruf. Hal ini diungkapkan Anas ketika menjadi saksi sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Selain menjadi caleg PBB, Anas merupakan relawan tim IT BPN Prabowo-Sandi pascapemilu. (Rizk)