Andi Arief Sebut GMPPD Usung Sandiaga dan Gatot Jadi Ketum Demokrat

Disindir, Andi Arief serang balik GMPPD
Andi Arief Sebut GMPPD Usung Sandiaga dan Gatot Jadi Ketum Demokrat
GMPPD kala jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD), yang diinisiasi sejumlah pendiri dan senior Partai, mendorong diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB). Mereka juga mengkritisi pengurus seperti Andi Arief, Rachland Nashidik dan Ferdinand Hutahaean yang gaya komunikasi dan sikapnya dianggap merusak martabat Demokrat. 

Mengetahui hal itu, Andi Arief angkat bicara  dengan menyebut orang-orang di dalam GMPPD seperti Max Sopacua, Mubarok, serta Subur Sembiring, tak dilihatnya berbuat untuk Demokrat. 

"Mubarok, Max Sopacua, dan Subur Sembiring yang tak pernah saya lihat berbuat untuk Partai Demokrat -dan pihak luar yang coba ikut campur, tidak tepat waktunya mengajak kami dan Pak SBY 'berkelahi'. Sekarang kami sedang berduka atas kepergian Ibu Ani. Adakah hati dan kemanusiaan?" tulis Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu melalui akun Twitter-nya, @AndiArief_, Minggu (16/6/2019).

Dia pun mengungkapkan jika calon wakil presiden Sandiaga Uno dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, sebagai salah satu kandidat Ketua Umum (Ketum) Demokrat yang diusulkan GMPPD.

"Kami sudah tahu kalau Mubarok, Max Sopacua akan mendatangkan kursi Ketum Demokrat kepada Sandi Uno, Gatot Nurmantyo dll. Menjadi makelar memang kerap menguntungkan, tapi Sandi Uno atau Gatot Nurmantyo bukan orang yang bodoh yang bisa dibohongi," lanjut Andi. 

Dia pun menyindir pihak-pihak yang dinilai ingin merusak Demokrat, dengan sebutan ulat bulu dan buaya.

"Ulat bulu dan buaya manjat sedang koalisi mau merusak kebun Demokrat," tandas Andi. (Rizk)