Amien Rais Ajukan Syarat Rekonsiliasi, PDIP: Transaksional

Politisi PDIP Hendrawan Supratikno nilai syarat rekonsiliasi Amien Rais transaksional
Amien Rais Ajukan Syarat Rekonsiliasi, PDIP: Transaksional
Politisi PDIP Hendrawan Supratikno
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com -Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengungkapkan kesepakatan program Indonesia ke depan dan pembagian porsi 55-45 sebagai syarat rekonsiliasi pasca Pemilu 2019. Menurut PDI Perjuangan (PDIP), syarat rekonsiliasi yang diajukan Amien bersifat transaksional.

"Jadi ada dua jenis rekonsiliasi. Rekonsiliasi pertama, rekonsiliasi yang dangkal dan transaksional. Jadi dalam rekonsiliasi tipe pertama ini rekonsiliasi hanya semacam forum untuk bagi-bagi jabatan, forum untuk bagi-bagi kursi. Itu jenis pertama," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, Sabtu (20/7/2019).

"Jenis kedua itu rekonsiliasi yang mendasar. Nah rekonsiliasi yang mendasar ini didasarkan pada kesamaan visi dan komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang lebih maju, memiliki persatuan dan ideologi bangsa yang kuat. Ini sifatnya lebih jangka panjang, visioner," imbuh Hendrawan.

Ia menilai Amien telah menyamakan rekonsiliasi dengan permainan judi. Berbeda dengan Amien, kubu Jokowi menurutnya ingin membangun rekonsiliasi yang visioner.

"(Rekonsiliasi yang diajukan Amien) dangkal dan transaksional. Sementara kami mempunyai niatan untuk membangun rekonsiliasi yang visioner dan transformasional. Pak Amien menyamakan rekonsiliasi seperti perjudian. Ini bukan perjudian, rekonsiliasi sekali lagi, harus ada komitmen moral, komitmen politik, komitmen visi," jelas Hendrawan. 

Ia mengatakan, pihak yang terlibat dalam rekonsiliasi yang visioner dan transformasional itu digerakkan oleh misi, bukan oleh posisi. Hendrawan juga tak sepakat dengan bagi-bagi program 55-45 seperti yang diajukan Prabowo. 

"Saya tidak sependapat dengan Pak Amien, karena apa yang disampaikan Pak Prabowo dalam kampanye-kampanye kemarin itu sebenarnya kan versi lain dari Nawacita. Jadi Pak Prabowo selalu mengatakan pentingnya kedaulatan pangan, itu Trisakti Bung Karno, itu kan unsurnya tiga, kedaulatan dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," jelas dia.

Prabowo, menurutnya saat kampanye lalu kerap menyampaikan visi-misi yang sebenarnya merupakan bahasa lain dari ide-ide Bung Karno. Program Prabowo itu juga sudah dilakukan Jokowi dalam program Nawacita Jokowi jilid I dan akan dilanjutkan di Nawacita jilid II.

"Jadi Pak Amien ini harus membaca lebih dalam, memahami lebih dalam Nawacita jilid I, mempelajari Trisakti Bung Karno. Pernyataan Pak Prabowo itu yang selama ini kita perjuangkan, di fraksi-fraksi DPR kita juga memperjuangkan itu. Hanya memang tidak bisa cepat direalisasi karena struktur relasi aktor ekonomi dalam globalisasi ini kan sudah lebih kompleks. Kerja sama-kerja sama ekonomi internasional sekarang lebih kompleks, saling ketergantungan antarnegara sekarang lebih kompleks," tandas Hendrawan. (Rizk)