Ribuan Warga yang Belanja Baju Lebaran Berhamburan Setelah di Bubarkan Petugas  :: Nusantaratv.com

Ribuan Warga yang Belanja Baju Lebaran Berhamburan Setelah di Bubarkan Petugas 

Tradisi membeli pakaian baru menjelang hari raya lebaran terpaksa harus ditinggalkan
Ribuan Warga yang Belanja Baju Lebaran Berhamburan Setelah di Bubarkan Petugas 
Pusat perbelanjaan pakaian, Toserba Yogya Indramayu diserbu warga / Foto: Ist

Jakarta, Nusantaratv.com - Merebaknya wabah virus corona di Tanah Air tercinta membuat pemerintah memberlakukan kebijakan Physical distancing dan Social distancing.

Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Indonesia. Sebab hingga hari ini, Senin (18/5/2020) terkonfirmasi sudah sebanyak 18.010 orang yang terjangkit.

Sayangnya himbauan pemerintah tersebut hanya sebagai angin lewat saja bagi sebagian warga di Indramayu.

Hal itu terlihat dari ribuan warga yang asyik menyerbu pusat perbelanjaan pakaian untuk berbelanja baju buat Hari Raya Lebaran.

Memang sejak dulu, membeli pakaian baru menjelang hari raya memang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia.

Namun di tahun ini, tradisi itu terpaksa ditinggalkan, mengingat Indonesia sudah masuk zona merah virus corona. Tetapi masih saja ada masyarakat yang bandel, tetap mendatangi pusat perbelanjaan.

Dua pusat perbelanjaan pakaian, Toserba Yogya Indramayu dan Ria Busana Indramayu bahkan penuh didatangi ratuhan bahkan ribuan pengunjung pada Minggu (17/5/2020), hingga membuat mereka harus berdesak-desakkan.

Mengetahui hal tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Indramayu, Polres Indramayu, dan Kodim 0615/Indramayu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pembubaran paksa.

Dan seketika, lautan manusia di dua pusat perbelanjaan itu berhamburan bak semut.

Kepala Bidang Penegakkan Perda Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Kamsari Sabarudin mengatakan kedua toko busana tersebut langsung diberi sanksi karena telah melanggar Peraturan Bupati Indramayu Nomor 29 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Tempat usaha ini tidak termasuk jenis yang dikecualikan dalam Perbup 29 Tahun 2020 juga mengabaikan physical distancing atau jarak antar pembeli yang kurang dari 1 meter,” tuturnya, demikian melansir TribunJabar, Senin (18/5/2020)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0