Ngeri! Langit Jambi Memerah!

Hari Sabtu (21/9/2019) pukul 12.00 siang kemarin langit Jambi memerah, tengah hari nampak gelap. Langit memerah ini terjadi di Desa Puding dan Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. 
Ngeri! Langit Jambi Memerah!
Ngeri! Langit Merah Gelap Gegara Kabut Asap di Muaro JambiTangkapan layar suasana di Muaro Jambi./headthopic.com

Nusantaratv.com - Hari Sabtu (21/9/2019) pukul 12.00 siang kemarin langit Jambi memerah, tengah hari nampak gelap. Langit memerah ini terjadi di Desa Puding dan Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. 

Udara di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, pada pagi hingga sore hari kemarin terlihat memerah. Kondisi udara itu disebabkan oleh kabut asap yang makin pekat di kawasan tersebut, dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.

Petugas SAR Direktorat Sabhara Polda Jambi memadamkan kebakaran lahan gambut milik salah satu perusahaan di Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi, Rabu (11/9/2019).(ANTARAFOTO)

Saat itu, kabut asap memang dirasakan warga sangat pekat dan menghalangi cahaya matahari. Suasana di desa tersebut tiba-tiba seperti malam hari. 

BACA JUGA : Wilayah Terdampak Karhutla, BMKG Analisis Potensi Awan Hujan untuk Teknologi Modifikasi Cuaca

Selain diselimuti asap, abu dari sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi itu tampak berterbangan di jalan, bahkan abu-abu itu juga sampai masuk ke rumah warga, walau hanya sedikit.

“Ini bukan hanya bau asap saja yang kami hirup, tapi juga sudah bercampur abu sisa kebakaran hutan dan lahan itu. Kalau di luar abunya tampak begitu banyak yang terbang, kalau di dalam rumah ada juga berjatuhan walau tidak banyak tapi menggangu,” tutur Mustakim, seperti dikutip dari detik.com.

“Cuaca seperti ini sejak kemarin, kalau kemarin itu cuman menguning saja langitnya karena diselimuti asap, sekarang ini yang parah sampai memerah seperti malam, jadi terlihat gelap. Kalau pada hari sebelumnya itu tidak seperti ini biasanya hanya diselimuti asap saja. Jadi kalau sekarang jadi takut untuk keluar rumah, untuk sekarang nafas agak terasa sesak sih dibuatnya. Anak saya juga tidak saya perbolehkan keluar rumah karena bahaya lihat kondisi udara itu,” ujarnya.

Kebakaran dilihat dari udara.(riauaktual.com)

Sementara itu, BMKG Jambi menilai fenomena langit yang menguning hingga memerah di Kabupaten Muaro Jambi itu merupakan akibat asap tebal yang menyelimuti wilayah itu. Kondisi itu menyebabkan sinar matahari tidak sampai ke bumi sehingga membuat langit terlihat menguning hingga memerah.

BACA JUGA : Rp 50 Triliun Terbakar Bersama Hutan Riau

Kondisi cuaca itu bisa kembali normal jika adanya hembusan angin kencang di sana. Kondisi asap yang masih menyelimuti beberapa daerah di Jambi itu juga baru dapat hilang setelah adanya guyuran hujan lebat yang turun di wilayah Jambi, terutama di wilayah lahan yang banyak terbakar.

“Tetapi hujan dapat turun di wilayah Jambi berdasarkan prediksi kita pada pertengahan Oktober nanti,” kata Kepala BMKG Jambi Adi Setiadi kepada detikcom.

Hingga saat ini, kebakaran hutan dan lahan di Jambi masih terus terjadi di beberapa titik. Upaya tim Satgas Karhutla, baik dari TNI/Polri BPBD, Manggala Agni, maupun bantuan personel lain dari pemerintah setempat dan masyarakat peduli api, juga telah berupaya hingga saat ini berjibaku memadamkan api yang terbakar.

Sumber: news.detik.com