BJ Habibie Berpulang, Ini Riwayat Karier Bapak Teknologi Indonesia

BJ Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019.
BJ Habibie Berpulang, Ini Riwayat Karier Bapak Teknologi Indonesia
Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie berpulang di usia 83 tahun. Presiden RI ke-3 itu meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu(11/9/2019), akibat penyakit yang dideritanya.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), 25 Juni 1936 itu telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019. Dalam hidupnya, Habibie pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) sejak 29 Maret 1978. Tugas itu dia emban hingga 11 Maret 1998.

Gebrakan Habibie saat menjabat Menristek diawalinya dengan keinginannya untuk mengimplementasikan 'Visi Indonesia'. Menurut Habibie, lompatan-lompatan Indonesia dalam 'Visi Indonesia' bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya pula dalam industri strategis yang dikelola PT IPTN, PINDAD, dan PT PAL.

Targetnya, Indonesia sebagai negara agraris dapat melompat langsung menjadi negara industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara itu, ketika menjabat sebagai Menristek, Habibie juga terpilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang pertama. Habibie terpilih secara aklamasi menjadi Ketua ICMI pada 7 Desember 1990.

Anak pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie (ayah) dan Tuti Marini Puspowardojo (ibu) itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7, menggantikan Try Sutrisno.

Baca Juga: BJ Habibie, Sang Visioner Berjuluk Mr. Crack

Dia kemudian menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998. Habibie kemudian digantikan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai Presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. 

Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari (Wakil Presiden) dan juga selama 1 tahun dan 5 bulan (Presiden), Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.

Suami dari Hasri Ainun Besari (almarhum) ini pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. Dia mulai mendalami konstruksi pesawat terbang yang mulai ditekuninya saat studi di RWTH Aachen University, Jerman Barat, sejak 1955. Habibie merupakan alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung atau ITB). 

Dan, Habibie menerima gelar Diplom Ingenieur dari RWTH Aachen University pada 1960. Selang lima tahun kemudian, gelar Doktor Ingenieur dengan predikat summa cum laude diraihnya dari perguruan tinggi yang sama. Soeharto yang memanggil Habibie untuk kembali ke Indonesia pada 1973.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0