Bansos Untuk Warga Terdampak Virus Corona Kian Memanas :: Nusantaratv.com

Bansos Untuk Warga Terdampak Virus Corona Kian Memanas

Satu warga yang menerima double bantuan, membuat situasi di tengah masyarakat jadi panas
Bansos Untuk Warga Terdampak Virus Corona Kian Memanas
Bantuan sosial Jawa Barat / Foto: Kompas.id

Jakarta, Nusantaratv.com - Wabah virus corona jelas berdampak pada perekonomian banyak orang. Terbukti, setelah pandemi ini tiba di tanah air, kehidupan masyarakat Indonesia dalam megais rejeki terbilang susah.

Melihat hal itu, pemerintah pastinya tak tinggal diam. Dengan sigap mereka langsung meyiapkan bantuan sosial (Bansos) untuk warga terdampak virus corona (covid-19).

Sayangnya, keributan kembali terjadi. Seperti yang terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dimana bansos tidak sesuai dengan data ajuan dari pemerintah desa.

Tentunnya, hal ini membuat pemerintah desa disalahkan warga karena bantuan berupa sembako dari Pemprov Jawa Barat yang dikirim via PT Pos ini dianggap tidak tepat sasaran.

Kepala Desa Sukaluyu Kecamatan Ganeas, Edi Sukardi mengatakan, pihaknya sudah mendata warga miskin yang terdampak virus corona (covid-19) berdasarkan instruksi dari Gubernur Jabar dan bupati Sumedang.

  1. Benarkah Daun Sungkai Bisa Jinakan Virus Corona?

Namun, setelah data tersebut kirimkan, bantuan yang datang tiba kepada warga yang sama sekali berbeda dengan hasil pendataan pemerintah desa bersama RT dan RW. Padahal, data tersebut telah diverifikasi dan divalidasi.

"Program bantuan untuk warga terdampak corona ini membuat kami stres," ujar Edi dikuitp laman Kompas, Senin (27/4/2020).

"Pada kenyataannya, warga di wilayah kami yang menerima bantuan paket sembako dari Provinsi Jabar, yang dikirim PT Pos ini bukan warga terdampak Covid-19, yang telah kami ajukan," sambungnya.

Edi juga mengungkapkan, dari data yang diberikan sebanyak 26 nama untuk penerima paket bantuan sosial ke Pemprov Jawa Barat, hanya 11 batuan yang datang.

Bahkan, dari 11 penerima bantuan ini, beberapa di antaranya justru telah masuk dalam daftar penerima bantuan sosial dari program lain.

"Nah, inilah yang membuat kami stres, katanya tidak boleh dobel bantuan, tapi kenyataannya penerima itu menerima bantuan dobel. Jauh sekali dengan data yang kami ajukan sebelumnya," sebut Edi.

Tentunya, satu warga yang menerima double bantuan, membuat situasi di tengah masyarakat jadi panas. Karena itu, pihak desa terpaksa harus mengembalikan sejumlah bantuan karena tidak tepat sasaran.

"Timbul kecemburuan sosial, karena mereka yang tergolong sangat perlu dibantu justru malah tidak menerima bantuan sama sekali," ujar Edi.

Selain itu, lanjut Edi, saat ini pihak desa tambah dibuat bingung, karena tiba-tiba Pemprov Jawa Barat meminta desa untuk melaporkan data warga penerima paket bantuan sosial dari provinsi tersebut.

Padahal, kata Edi, desa sendiri tidak pernah mendapat surat tembusan atau pemberitahuan terkait data warga penerima paket bantuan.

"Akhirnya sekarang ini kami yang disalahkan warga. Seperti tadi pagi, banyak warga yang datang ke kantor desa dan mempertanyakan soal bantuan itu, padahal kami tidak tahu menahu," ungkapnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0