Strategi Gubernur Jatim Dorong Swasembada Daging Nasional

Gubernur Jatim Akan Optimalkan Pemanfaatan Teknologi Inseminasi Buatan Untuk Dorong Swasembada Daging Nasional
Strategi Gubernur Jatim Dorong Swasembada Daging Nasional
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawans saat melakukan kunjungan kerja di BBIB Singosari, Malang/ Kemendagri

Malang, Nusantaratv.com - Lewat pemanfaatan teknologi yang makin modern  dalam pembangunan sektor peternakan, maka swasembada daging Insya Allah akan cepat terwujud. Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mendorong optimalisasi  pemanfaatan teknologi inseminasi buatan untuk mewujudkan percepatan swasembada daging. 

Berdasarkan perhitungan populasi sapi yang dihasilkan dari proses inseminasi buatan maka dalam waktu 4 hingga 5 tahun kedepan akan terwujud swasembada daging. Tergantung kecepatan respon daerah mengingat jumlah semen beku sesunggunya sangat berkecukupan.

"Teknologi inseminasi buatan ini sungguh luar biasa. Karenanya pelatihan tenaga inseminasi  buatan dan pemeriksa kebuntingan  lewat pendampingan dan pemanfaatan teknologi tersebut, kita bisa menghitung paling tidak 4 sampai 5 tahun kedepan kita akan mampu wujudkan swasembada daging. Serta, pada tahun ke 5 kita harapkan sudah bisa ekspor daging sapi," ujar Gubernur Jatim usai melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jelang Nataru, Mendag: Harga Bapok Stabil dan Stok Terkendali

Gubernur Jatim menjelaskan, Jatim saat ini memang sudah surplus daging. Tetapi saat yang sama secara nasional juga masih import daging. Oleh karena itu saling membangun sinergi antar daerah yang memiliki kultur beternak sapi sesungguhnya peluang pemenuhan pasar dalam negeri dan eksport daging sapi ke luar negeri terbuka luas.

Pemprov Jatim bersama Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari yang merupakan  UPT Kementerian Pertanian siap untuk mentransfer skill terutama untuk tenaga inseminasi buatan dan pemeriksa kebuntingan. Sementara BBIB akan melatih dan mentransfer teknogi inseminasi buatannya.

Oleh sebab itu, Gubernur Jatim ini meminta bahwa saat ini tidak bisa berpikir hanya untuk Jatim tapi juga nasional. Karenanya, kerjasama dengan provinsi-provinsi yang kultur  beternaknya sudah bagus harus ditingkatkan. Hal ini penting dilakukan, untuk bersama-sama membangun penguatan swasembada daging. Serta, yang lebih penting lagi yaitu mewujudkan kemampuan untuk bisa mengekspor.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0