Selama Pandemi COVID-19, Omzet Pedagang Bawang Turun :: Nusantaratv.com

Selama Pandemi COVID-19, Omzet Pedagang Bawang Turun

Harga Bawang Merah di Pasar Induk Kramat Jati Mengalami Penurunan.
Selama Pandemi COVID-19, Omzet Pedagang Bawang Turun
Harga bawang merah turun. (Adiantoro/NTV)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jatim), mengalami penurunan omzet sebesar 20 persen akibat sepinya transaksi jual beli sejak wabah virus corona (COVID-19) melanda Ibu Kota.

Hal itu dikatakan Holomon Simbolon, salah satu pedagang bawang merah. Menurutnya, masyarakat yang berkunjung ke pasar turun drastis selama wabah corona. Apalagi, ungkap Holomon, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial berskala Besar), sehingga banyak pembeli yang enggan berbelanja ke pasar, karena mereka diharuskan tetap tinggal di rumah.

Baca Juga: Sepi Pembeli, Harga Semua Jenis Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Turun  

"Pembeli memang ada perbedaan selama wabah COVID-19, yang pasti jumlahnya turun dari biasanya. Sehingga ini berimbas pada omzet yang berkurang 10 hingga 20 persen," kata Holomon kepada Nusantaratv.com, di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Kendati mengalami penurunan omzet, namun pria asal Sumatera Utara (Sumut), berusia 53 tahun itu, memastikan pasokan bawang merah menjelang Ramadhan hingga lebaran nanti masih mencukupi.

"Pasokan selama ini lancar, dan kalau untuk kebutuhan Ramadhan sepertinya aman. Untuk saya pribadi sejauh ini tidak ada kendala yang berat, karena semuanya masih tetap berjalan normal," cetus Holomon. 

Sementara itu, berdasarkan data harga sayur mayur Pasar Induk Kramat Jati, pada Kamis (23/4/2020), untuk komoditi bawang merah mengalami penurunan. Saat ini dijual dengan harga Rp32.000 per kilogram (kg), dari sebelumnya Rp33.000 per kg. Bahkan pada Selasa (21/4/2020), harga bawang merah masih berada dikisaran Rp35.000 per kg. 
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0