Pemerintah Tingkatkan Perdagangan dan Investasi Indonesia-Australia

Tercatat hingga tahun 2018, Australia telah menggelontorkan dana investasi di Indonesia mencapai 597,4 juta dolar AS.
Pemerintah Tingkatkan Perdagangan dan Investasi Indonesia-Australia
Ilustrasi Indonesia-Australia/ Adobe Stock

Tangerang, Nusantaratv.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI Canberra dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Sydney menyelenggarakan sosialisasi bersama Program Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

"Selain dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan pemanfaatan IA-CEPA, kegiatan ini sengaja digelar dengan memanfaatkan momentum TEI 2019. Hal tersebut diharapkan dapat semakin mendorong peningkatan perdagangan dan investasi Indonesia-Australia," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward di ICE BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Kegiatan sosialisasi bersama dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama yaitu forum bisnis dengan panelis Direktur Perundingan Bilateral Ni Made Ayu Marthini, Wakil Ketua KADIN sekaligus Wakil Ketua APINDO Shinta Kamdani, dan General Manager ASEAN and Senior Trade and Investment Commissioner Austrade Jakarta Sally Ann Watts. Sedangkan sesi kedua, ditampilkan kisah sukses dari Livingstone International Pty Ltd dan PT Mainest Gaya Kreatif sebagai pelaku usaha yang sukses berbisnis dengan mitra di Australia.

Baca Juga: Nilai Perdagangan Indonesia-AS Diprediksi Sampai 60 Miliar Dolar AS

"Saat ini IA-CEPA sedang dalam proses ratifikasi di kedua negara dan ditargetkan akan selesai akhir tahun 2019. IA-CEPA diharapkan dapat membantu para pelaku usaha menembus pasar Australia dan mengembangkan economic powerhouse sehingga kalangan usaha Indonesia dapat berkompetisi di pasar negara ketiga lainnya," kata Made.

Perjanjian IA-CEPA telah ditandatangani Menteri Perdagangan RI dan Menteri Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Australia pada 4 Maret 2019 lalu. Cakupan IA-CEPA adalah perdagangan barang meliputi aspek nontarif, berbagai measures, ketentuan asal barang, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi.

Australia merupakan negara tujuan ekspor nonmigas ke-17 dan negara sumber impor nonmigas ke-8 bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia-Australia pada 2018 sebesar 8,6 miliar dolar AS. Dengan ekspor Indonesia tercatat senilai 2,8 miliar dolar AS dan impor sebesar 5,8 miliar dolar AS, sehingga Indonesia defisit sebesar 3 miliar dolar AS. Namun demikian, dari 10 besar komoditas impor Indonesia dari Australia mayoritas merupakan bahan baku atau bahan penolong industri, seperti gandum, batu bara, bijih besi, alumunium, seng, gula mentah, serta susu dan krim.

Sebagai informasi, produk ekspor utama Indonesia ke Australia pada 2018 adalah minyak bumi senilai 636,7 juta dolar AS; kayu dan furnitur senilai 214,9 juta dolar AS; panel LCD, LED, dan panel display lainnya senilai 100,7 juta dolar AS; alas kaki senilai 96,9 juta dolar AS; serta ban senilai 61,7 juta dolar AS. 

Adapun investasi Australia di Indonesia pada 2018 mencapai 597,4 juta dolar AS dengan 635 proyek terdiri lebih dari 400 perusahaan Australia yang beroperasi di berbagai sektor. Sektor tersebut antara lain pertambangan, pertanian, infrastruktur, keuangan, kesehatan, makanan, minuman, dan transportasi.

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0