Perang Lawan Milisi Etnis, 10 Polisi Myanmar Tewas

Kantor polisi diserang pada pagi hari

Polisi Myanmar. (Net)

Nusantaratv.com - Gabungan kelompok milisi etnis Myanmar menyerang kantor polisi negara bagian Shan pada Sabtu (10/4/2021) pekan lalu. Akibatnya sepuluh orang polisi tewas.

Dikutip Reuters, Senin (12/4/2021), menurut laporan media massa Shan News, milisi menyerang kantor polisi di Naungmon di negara bagian Shan pada pagi hari.

Kelompok milisi yang bergabung dan menyerang adalah Tentara Arakan, Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang dan Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar. Kelompok milisi itu menentang tindak kekerasan junta terhadap pengunjuk rasa.

Menurut laporan Shan News ada sepuluh orang polisi tewas dalam kejadian itu. Sementara menurut laporan media massa Shwee Phee Myay, jumlah korban tewas sebanyak 14 orang.

Juru bicara junta militer tidak menjawab telepon untuk dimintai tanggapan soal kejadian itu.

Menurut catatan Lembaga Perhimpunan Bantuan untuk Tahanan Politik Myanmar pada Minggu (11/4/2021) kemarin, jumlah korban tewas dalam gejolak politik doi negara itu dua bulan setelah kudeta mencapai 706 orang. Sementara yang ditahan sebanyak 3.059 orang.

Aksi kekerasan aparat terhadap penduduk sipil Myanmar yang menentang kudeta terus meningkat. Hal itu membuat belasan kelompok bersenjata berjanji mendukung para pengunjuk rasa.

Selain itu, mantan anggota parlemen menyatakan rencana membentuk pemerintah persatuan nasional dengan melibatkan para pemimpin milisi etnis. Para politikus oposisi juga meminta perlindungan kepada para pemberontak dari kejaran aparat keamanan Myanmar.

Meski pertumpahan darah terus berlanjut, semangat perlawanan para pengunjuk rasa terus membara.

Mereka terus melakukan aksi demo di beberapa wilayah di Myanmar.

Pada Minggu (11/4/2021) kemarin, sejumlah mahasiswa dan dosen menggelar aksi jalan kaki melalui jalan-jalan di Mandalay dan kota Meiktila. Beberapa dari mereka membawa tangkai bunga Eugenia yang melambangkan kemenangan.

Di Yangon, pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan, "Kami akan mendapatkan kemenangan, kami akan menang."

Sementara di kota Monywa, para pengunjuk rasa menulis pesan bertuliskan, "kita harus menang". Mereka juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk ikut andil mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK