Penyidik Polres Metro Jakut Diminta Jalankan Program Presisi Kapolri

Penyidik diharapkan profesional dalam menjalankan tugasnya

Kantor Polres Metro Jakarta Utara. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan terkait aset milik perusahaan PT Sunway Multi Kreasi yang dilaporkan oleh Yusri terhadap Alex Suroto kini telah memasuki babak baru. 

Rencana tindak lanjut yang telah ditetapkan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Utara di dalam SP2HP tertanggal 4 Februari 2021, untuk melakukan gelar perkara terhadap Laporan Polisi Nomor LPB 800/K/X/2020/PMJ/ Resju, guna peningkatan status dari saksi terlapor menjadi tersangka, disebut belum juga dilaksanakan. 

Padahal, berdasarkan SP2HP tersebut, dijelaskan penyidik telah menyatakan belum ada kendala terkait pemeriksaan perkara ini. 

"Tertulis dalam SP2HP 'rencana tindak lanjut akan melakukan gelar perkara terhadap terlapor untuk peningkatan status dari saksi terlapor ke tersangka'," ujar kuasa hukum pelapor dari LQ Indonesia Law Firm, Anita Natalia Manafe, Rabu (24/2/2020). 

"Ada indikasi dan dugaan oknum bermain dan melakukan intervensi terhadap perkara ini, semata-mata hanya untuk menggagalkan penetapan tersangka terhadap terlapor dan menghentikan proses perkara ini dengan SP3," imbuhnya. 

Dugaan tersebut, kata Anita, bukan tanpa alasan. Karena di dalam pemberitahuan hasil pemeriksaan yang diberikan oleh penyidik, menurutnya dinyatakan bahwa proses pemeriksaan terhadap perkara tersebut belum ada kendala. Kondisi ini dinilai janggal. 

"Sangat membingungkan ketika penyidik menyatakan di dalam SP2HP-nya bahwa belum ada kendala terkait pemeriksaan perkara ini, tapi di satu sisi penetapan tersangka belum juga dilakukan," kata dia. 

Anita menegaskan, penegakan hukum harus berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, bukan berdasarkan 'pesanan' pihak-pihak tertentu. 

Sementara, kuasa hukum pelapor lainnya,  dari LQ Indonesia Law Firm cabang Jakarta Pusat, Jaka Maulana, menjelaskan bahwa laporan polisi ini telah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Sehingga seharusnya penetapan status tersangka sudah bisa dilakukan. 

"Di Pasal 1 ayat 5 KUH Acara Pidana jelas penyelidikan adalah tahap yang dilakukan untuk membuat terang suatu perkara, apakah pidana atau bukan dan mengumpulkan alat bukti," kata dia. 

"Sedangkan penyidikan adalah proses untuk menentukan siapakah pelaku tindak pidana. Sejalan dengan isi SP2HP yang menjelaskan rencana tindak lanjut penyidik yaitu gelar perkara untuk menetapkan terlapor menjadi tersangka," imbuh Jaka. 

Menurut pihaknya, penyidik telah memiliki dua alat bukti atau lebih, yaitu bukti surat dan keterangan saksi pelapor dan saksi lainnya, sesuai dengan pasal 184 KUH Acara Pidana. Sehingga, dinilai sudah terang-benderang untuk menetapkan terlapor sebagai tersangka. 

"Apalagi terlapor sudah mengajukan gelar perkara di Itwasda Polda Metro Jaya dan memohon agar perkara dihentikan atau di SP3 dan petunjuk Itwasda adalah penyidik melanjutkan proses penyidikan dan hasil penyidikan sudah sesuai dengan prosedur dan SOP yang ada, tidak ditemukan adanya pelanggaran. Jadi apalagi yang menghalangi Penyidik untuk menetapkan terlapor sebagai tersangka?" jelas Jaka. 

Lebih lanjut, Jaka berharap agar penyidik senantiasa bersikap profesional dan tegak lurus dalam menangani perkara ini. Serta tak takut atau terpengaruh terhadap intervensi dari oknum, karena sudah sepatutnya penyidik independen. 

Sementara, Ketua LQ Indonesia Law Firm cabang Jakarta Pusat, Leo Detri, mengingatkan penyidik Polres Metro Jakarta Utara untuk bertindak profesional dan Presisi dalam menangani kasus ini, sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

"Jangan sampai membela terlapor yang sudah ada dua alat bukti dan malah membekingi terlapor dari dijadikan tersangka. Selaku kuasa hukum LQ Indonesia Law Firm akan membela penuh klien kami selaku pelapor dan mengawal kasus ini untuk memperoleh kepastian hukum," tutur mantan Kakanwil Hukum dan HAM ini. 

Meski begitu, kata dia LQ Indonesia Law Firm, masih percaya bahwa penyidik Polres Metro Jakarta Utara akan bersikap profesional. Serta membiarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. 

"Ingat muara kasus pidana ada di pengadilan, nanti majelis hakim yang akan menentukan apakah tersangka itu salah atau tidak, jadi polisi jangan sampai mendahului pengadilan. Biarkan kasus ini diuji di persidangan," tandasnya. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK