Perbedaan Orang Mandi Dan Tidak Mandi

Bisa saja orang yang mandi sehari sekali masih lebih sehat dan bersih ketimbang mandi dua kali sehari, dan begitu juga sebaliknya.
Perbedaan Orang Mandi Dan Tidak Mandi
Ilustrasi orang mandi (foto: synada)

Jakarta, Nusantaratv.com - Bisa saja orang yang mandi sehari sekali masih lebih sehat dan bersih ketimbang mandi dua kali sehari, dan begitu juga sebaliknya.

Yang jelas, mandi sehari sekali, dua kali, atau bahkan tidak mandi sama sekali itu tergantung pada masing-masing orang, karena kebutuhan akan kebersihan tiap orang berbeda-beda.

Tidak mandi sama sekali dalam satu hari tidak lantas membuat Anda jorok dan tubuh jadi sakit. Hal ini kembali lagi dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing orang, misalnya aktivitas hariannya atau cuaca di darahnya saat itu.

Meski tidak ada waktu ideal untuk mandi, jika Anda mandi tidak sesuai dengan kebutuhan Anda, maka akan ada beberapa dampak yang berakibat kepada kondisi kesehatan Anda.

Tapi jangan salah, kebiasaan sering mandi bahkan lebih dari dua kali dalam sehari padahal Anda tidak berkeringat sama sekali dan hanya berdiam diri di rumah justru bikin kulit bermasalah.

Biasanya, keseringan mandi membuat kulit Anda menjadi kering. Kondisi ini dapat mengakibatkan penyakit kulit seperti eczema. Kulit Anda mungkin akan terasa gatal, memerah, hingga pecah-pecah.

Jika Anda memiliki masalah kesehatan kulit seperti psoriasis, mandi sehari dua kali dapat memicu penyakit Anda kambuh. Mandi terlalu sering juga dapat menghancurkan lapisan kulit yang disebut mantel asam. Apalagi jika Anda mandi menggunakan sabun alkali, maka pH kulit Anda akan berubah.

Hilangnya lapisan tersebut dan pH kulit berubah akan membuat kulit mudah terserang infeksi. Oleh karena itu, jadwal mandi Anda harus disesuaikan juga dengan kondisi kulit. Jika Anda punya masalah kulit tertentu, sebaiknya konsultasikan hal ini ke dokter.

Jika terlalu jarang mandi, tubuh Anda akan memproduksi bau tubuh yang tidak sedap. Hal ini berasal dari campuran keringat dan bakteri yang menempel pada tubuh terlalu lama.

Hal ini berasal dari campuran keringat dan bakteri yang menempel pada tubuh terlalu lama.

Munculnya keringat dipicu oleh gerak tubuh yang aktif, hormon, dan stres. Keringat sendiri memang tidak berbau, tapi produksi keringat terlalu banyak dan bercampur dengan bakteri, maka bau tak sedap akan muncul.

Biasanya, hal ini terjadi pada area-area lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan. Tentu saja ini membuat orang-orang di sekitar Anda kurang nyaman. Selain itu, terlalu jarang mandi dapat menimbulkan ketidak seimbangan bakteri baik dan bakteri jahat pada tubuh Anda.

Terlalu banyak bakteri jahat pada kulit dibandingkan dengan jumlah bakteri baik pada tubuh dapat meningkatkan risiko terhadap infeksi. Masalah kesehatan kulit lainnya juga dapat muncul jika Anda terlalu jarang mandi.

Sumber: okezone



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0