Penelitian Mahasiswa IPB University, Manfaatkan Biji Kurma Sebagai Antidiabetes

Penelitian mahasiswa IPB University diharapkan menghasilkan artikel ilmiah soal aktivitas biji kurma
Penelitian Mahasiswa IPB University, Manfaatkan Biji Kurma Sebagai Antidiabetes
Mahasiswa IPB University manfaatkan biji kurma untuk antidiabetes. (Toptier)

Bogor, Nusantaratv.com - Mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) University dari Program Studi Biokimia yakni Lisa Giovanny, Faliha Arinda L dan Nurul Marfira, melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM PE) meneliti biji kurma sebagai obat anti diabetes. 

Riset yang mereka lakukan berjudul 'Bima Sakti: Bji Kurma (Phoenix dactilyfera L.) Sebagai Antidiabetes dengan Mekanisme Kinetika Inhibisi Terhadap alfa-Glukosidase', di bawah bimbingan Laksmi Ambarsari dari Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB University.

Lisa mengatakan biji kurma mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid dan saponin yang mampu menghambat alfa-glukosidase, enzim kunci pada metabolisme karbohidrat.

Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ekstrak air, etanol, metanol dan aseton mampu mengambat alfa-glukosidase, tetapi belum ada studi yang menjelaskan aktivitas penghambatan ekstrak etanol 70 persen biji kurma terhadap alfa-glukosidase dengan mekanisme kinetika inhibisinya.

Penelitian ini bertujuan mengukur aktivitas ekstrak etanol 70 persen biji kurma dengan mekanisme kinetika inhibisi terhadap α-glukosidase.

Hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70 persen biji kurma mampu menginhibisi enzim alfa-glukosidase dengan persentase inhibisi sebesar 61 persen pada konsentrasi 1000 ppm. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 70 persen biji kurma menginhibisi alfa-glukosidase secara campuran.

"Hasilnya ekstrak etanol 70 persen biji kurma menghambat alfa-glukosidase secara kompetitif dan non-kompetitif dengan substratnya. Dari hasil riset ini harapannya dihasilkan inovasi produk antidiabetes yang efektif dan aman dari ekstrak etanol 70 persen biji kurma," ujar Lisa, Ketua Tim, dilansir situs resmi IPB, Jumat (26/7/2019). 

"Penelitian ini juga diharapkan menghasilkan artikel ilmiah mengenai aktivitas biji kurma dalam menghambat alfa-glukosidase dengan mekanisme kinetika inhibisi enzim. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan menghasilkan paten sebagai obat antidiabetes," lanjutnya.

Penelitian ini banyak memberikan manfaat bagi mahasiswa dan perguruan tinggi serta memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan potensi biji kurma sebagai obat antidiabetes. Penelitian ini juga bermanfaat agar mahasiswa tertarik melakukan penelitian tentang pemanfaatan bahan aktif dari bahan alam seperti biji kurma yang berkhasiat sebagai antidiabetes.

Menurut Lisa, sektor industri juga dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bagian dari  inovasi produk antidiabetes. "Bagi masyarakat, penelitian ini memberikan pengetahuan mengenai khasiat biji kurma sebagai antidiabetes," tukas Lisa.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0