Kabut Asap, Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan

Berbagai dampak kesehatan akibat kebakaran hutan juga perlu diwaspadai.
Kabut Asap, Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan
Waspadai dampak buruk kabut asap bagi kesehatan. (Okezone)

Yogyakarta, Nusantaratv.com - Paparan kabut asap yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sangat berbahaya bagi tubuh. Berbagai dampak kesehatan akibat kebakaran hutan juga perlu diwaspadai.

"Kabut asap ini perlu diwaspadai terutama bagi kelompok rentan," ujar dr. Sumardi, Sp.PD-KP, Internis Pulmonologist UGM (Universitas Gadjah Mada), di Gedung Instalasi Rawat Jalan RS Sardjito, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dilansir laman UGM, Senin (23/9/2019).

Kelompok rentan terkena dampak kabut asap, menurut Mardi, sapaan akrabnya, yakni penderita paru kronis seperti asma, TBC maupun bekas TBC, batuk berdahak, serta penyakit paru kronis karena merokok. Paparan kabut asap tersebut akan semakin memperburuk penyakit yang diderita.

Baca Juga: Tak Hanya Rokok, Ini Penyebab Lain Penyakit Kanker Paru-paru

Selain itu, ungkap pakar penyakit dalam spesialis paru-paru ini, yakni anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Bagi orang tua atau lansia, paparan kabut asap ini bisa memicu penyakit bawaan. "Misalnya pada lansia yang punya penyakit jantung bisa kambuh akibat terpapar kabut asap," lanjutnya.

Tak hanya berpengaruh pada tumbuh kembang anak, paparan kabut asap ini juga membuat kecerdasan anak bisa terganggu. Sedangkan bagi ibu hamil akan mudah mengalami gangguan hipoksia yang menyebabkan kurangnya pasokan oksigen dalam tubuh. Berkurangnya pasokan oksigen ini akan mengganggu pertumbuhan janin.

"Perkembangan otak maupun organnya terganggu dan kebanyakan terlahir dengan berat badan lahir rendah," tambah Mardi.

Karenanya saat terjadi kabut asap, Mardi mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker. Dia juga menyarankan agar bagian luar masker juga dibasahi dengan air bersih sebelum dipakai agar partikel-partikel polusi di udara bisa langsung menempel di masker. "Gunakan masker dan jika mulai terasa sesak segera ganti," tuturnya.

Apabila memungkinkan, dia menyarankan bagi kelompok rentan untuk mengungsi ke daerah yang terbebas dari kabut asap untuk sementara waktu. "Sehingga dapat meminimalkan dampak kekambuhan penyakit akibat kabut asap," tukas Mardi.



Reaksi Kamu

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0