Cerita Sedih Fitria Gadis Asal Sumedang Yang Menderita Penyakit Kulit Ganas

Faktor ekonomi menjadi alasan utama Fitria tidak bisa berbuat banyak terhadap penyakit kulit ganas yang dideritanya mulai sejak lebih setangah tahun.
Cerita Sedih Fitria Gadis Asal Sumedang Yang Menderita Penyakit Kulit Ganas
Fitria gadis asal Sumedang yang menderita penyakit kulit ganas (foto: Facebook)

Jakarta, Nusantaratv.com -Fitria gadis asal Sumedang, yang tak bernasib bujur seperti gadis sepantaranya. Ya, menderita penyakit kulit membuat gadis ini hanya bisa berpangku tangan menunggu keajiban datang. 

Faktor ekonomi menjadi alasan utama Fitria tidak bisa berbuat banyak terhadap penyakit kulit ganas yang dideritanya mulai sejak lebih setangah tahun. 

Kisah pilu Fitria ini diposting di facebook oleh akun bernama Wulan Aprilavikna. Pada akun facebooknya Wulan menuliskan bahwa gadis bernama Fitria yang tinggal di Kampung Cikandang rt 01 rw 02 ds.Raharja Kec.Tanjungsari kab. Sumedang prov. Jawa Barat itu tidak pernah berobat atau memeriksa sakitnya karena ketiadaan biaya.

"Fitiria tidak pernah berobat atau memeriksakan sakitnya itu karena ketiadaan biaya yang dimilikinya. Ia hanya menahan deritanya itu meski kondisinya sangat memprihatinkan sekali. terang Wulan dalam akun Facebooknya, Minggu (20/7/2019). 

Wulan juga mengunggah beberap foto kondisi terkini Fitria di akun Facebook miliknya. Pada foto nampak hampir seluruh tangan dam kaki Fitria bersisik. Kulit lebih berwarna hitam dan bertekstur kasar itu menutup kulit dasar perempuan asal Sumedang tersebut.

Hingga kini, Postingan Wulan telah dibagikan sebanyak 535 kali dan dikomentar 1000 netizen. 

Seorang netizen bernama akun Saripudin Lempuing mempertanyakan peran pemerintah atas kondisi Fitria yang memprihatinkan. "Cba mna kepala desa Bpjs y ururs, bupati jga jangn diam aj msak warga ya punya penyakit gini parah ngk tau udah 1,5th in lho bkan waktu singkat " tulis Saripudin Lempuing.

Sementara akun bernama Ripandi berusaha menjelaskan adanya upaya pengobatan dari pihak setempat.

"Sekedar saya informasikan bahwa klien sudah dilakukan pengobatan pada saat sedang hamil dan setelah melahirkan diberikan rujukan untuk ke poli kulit tapi klien tidak berangkat dan setiap bulan selalu ditanyakan oleh bidan desa bagaimana keadaan sakitnya tapi klien selalu mengatakan sudah membaik tanpa mau menunjukan keadaannya (menyembunyikan) penyakitnya. Untuk saat ini klien sudah dilakukan pengobatan di rumah sakit Sumedang mulai dari hari rabu. Jikapun mau menunjukan perkembangan penyakitnya pada bidan desa klien bisa berobat secara gratis di puskesmas," Tulis Ripandi menanggapi.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0