6 fakta kekebalan tubuh, sebaiknya Anda tahu

Orang biasanya baru peduli dengan kekebalan tubuh ketika badan terasa demam.
6 fakta kekebalan tubuh, sebaiknya Anda tahu
Ilustrasi sistem kekebalan tubuh./palembang.tribunnews.com

Jakarta, Nusantaratv.com - Orang biasanya baru peduli dengan kekebalan tubuh ketika badan terasa demam. Menurut dokter Susan Blum, penulis buku The Immune System Recovery Plan, pendiri dan direktur Blum Center for Health, sangat penting bagi kita untuk menghindari hal-hal yang dapat merusak usus dan sistem pencernaan. Mengapa demikian? Karena, sistem pencernaan yang terganggu akan membahayakan sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Oleh karena itu, agar sehat sepanjang tahun, ada berbagai hal yang harus diperhatikan untuk mempertahankan kekebalan tubuh dari penyakit, misalnya makan apel secara teratur dan bercinta secara teratur.

Sekilas memang tidak ada hubungannya antara aktivitas bercinta dengan kekebalan tubuh. Jika Anda belum mengerti bagaimana aktivitas di atas ranjang bisa meningkatnya sistem kekebalan tubuh, besar kemungkinan Anda juga belum mengetahui bagaimana cara menjaga badan tetap sehat dari musim ke musim seperti dipaparkan oleh Health.com berikut ini:

Perempuan cenderung mengidap penyakit autoimun

Menurut data yang ada, sekitar 13.300 orang Indonesia mengidap penyakit autoimun seperti Lupus. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan. Mengapa demikian?

“Kami mengira, berdasarkan riset terhadap binatang, bahwa hormon seks seperti estrogen bertanggung jawab terhadap munculnya penyakit autoimun,” ujar dokter Abby Abelson dari Cleveland Clinic.

“Sel-sel kekebalan tubuh sebenarnya mempunyai reseptor hormon seks yang mengikat estrogen. Hal inilah yang mungkin memicu peradangan yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh kepayahan,” tambah Abelson

Selain itu, berdasarkan riset National Jewish Health di Denver, perempuan juga mempunyai lebih banyak sel tipe B yang menyebabkan autoantibodi menyerang jaringan tubuh sendiri.

Usus berperan besar dalam menjaga sistem kekebalan tubuh

Sekitar 70 persen dari sel-sel yang membangun sistem kekebalan tubuh terletak di sepanjang saluran pencernaan.

“Banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Padahal saluran sistem pencernaan merupakan salah satu cara agar tubuh bisa membuang racun,” ujar dokter Anish Sheth, kepala gastroenterologi di University Medical Center of Princeton.

Menurut Sheth, cara terbaik untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh dan sistem pencernaan adalah dengan cara makan yang sehat, misalnya mengonsumsi makanan rendah gula, tinggi serat. Kebiasaan seperti ini akan memperkuat bakteri baik yang ada di dalam usus. Bakteri baik yang biasanya terdapat dalam probiotik juga sebaiknya dikonsumsi secara teratur untuk memperkuat kekebalan tubuh.

Seks, stres dan tidur memengaruhi kekebalan tubuh

Riset membuktikan bahwa mahasiswa yang secara teratur bercinta sekali atau dua kali dalam sepekan mempunyai 30 persen lebih banyak immunoglobulin A, yaitu protein darah yang membantu mempertahankan diri melawan demam.

Sementara itu stres akan membuat orang lebih rentan terhadap serangan penyakit. Stres juga akan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan peradangan sehingga orang bisa sakit lebih lama. Demikian menurut riset tahun 2012.

Menurut dokter Schachter, stres yang parah akan membuat tubuh memproduksi lebih banyak kortisol yang berdampak buruk terhadap sistem kekebalan tubuh.

Satu hal lagi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh adalah tidur. Menurut studi ilmiah pada 2015, terlelap tidur kurang dari enam jam dalam semalam akan membuat orang empat kali lipat cenderung sakit ketika terpapar virus flu dibandingkan orang yang tidur setidaknya tujuh jam. Saat orang tidur, sel T yang melawan virus penyakit akan meningkat jumlahnya dalam aliran darah.

Terapi kekebalan tubuh merupakan cara baru melawan kanker

Uji klinis telah menunjukkan efektivitas terapi kekebalan tubuh untuk melawan kanker melanoma, limfa, dan paru-paru. Hal ini disebut-sebut sebagai terobosan terbesar dalam dunia kedokteran sejak diperkenalkannya kemoterapi.

Berbeda dengan kemoterapi yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker, terapi kekebalan tubuh memanfaatkan sistem kekebalan tubuh seseorang untuk mematikan penyakit.

Dokter Padmanee Sharma, seorang ahli kanker di MD Anderson Cancer Center di Houston, menjelaskan bahwa sistem kekebalan tubuh mempunyai semacam sakelar. Ketika diaktifkan, dia akan mengerahkan sel-sel tertentu, misalnya sel T, untuk mengenali dan menyerang benda asing yang berada di tempat yang tidak semestinya, misalnya sel kanker.

“Namun ketika sakelar itu dimatikan, sistem kekebalan tubuh tidak mampu lagi membunuh sel kanker,” papar Sharma.

Waktu terbaik untuk mendapat vaksinasi flu adalah pukul 9.00-11.00 pagi

Salah satu cara melawan flu adalah dengan mendapatkan vaksin flu. Sebuah studi di Inggris Raya mencoba membandingkan orang-orang yang mendapat vaksin flu pada pukul 15.00 sampai 17.00 dan orang-orang yang divaksin pada pukul 9.00 sampai 11.00.

Ternyata, vaksinasi pada pagi hari lebih efektif terbukti dengan meningkatnya antiobodi dalam tubuh ketika diuji sebulan kemudian. Hal ini kemungkinan disebabkan karena siklus harian alamiah sel-sel kekebalan tubuh.

Makanan-makanan tertentu ternyata bisa meningkatkan kekebalan tubuh

Bawang putih ternyata bisa membuat tubuh lebih kebal terhadap flu. Selain itu risiko orang-orang yang teratur makan bawang putih untuk terjangkit kanker usus besar juga cenderung turun 30 persen.

Alkohol ternyata bisa pula membantu sistem kekebalan tubuh. Riset membuktikan bahwa minum alkohol dalam jumlah sedang (sekitar satu gelas per hari untuk perempuan) akan membuat tubuh tidak gampang sakit. Harus dicatat bahwa jumlah yang diminum tidak boleh berlebihan, sama seperti makanan-makanan yang bisa menurunkan kekebalan tubuh lainnya seperti kopi, soda, goreng-gorengan, daging merah, makanan olahan, dan kacang-kacangan.

Apel sudah lama disebut-sebut sebagai buah ajaib yang bisa membuat tubuh lebih sehat. Itu karena apel mengandung serat yang mudah larut sehingga bisa meningkatkan imunitas tubuh. Riset yang dilakukan University of Illinois mengungkapkan bahwa tikus yang diberi serat jenis ini akan lebih sehat daripada tikus yang tak diberi asupan serat ini. Selain itu, tikus pemakan serat yang mudah larut juga lebih cepat sembuh dari sakit.

Sup ayam mengandung karnosin, sejenis asam amino yang membantu tubuh melawan flu. Itu menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Therapeutics. Riset lainnya menunjukkan bahwa sup ayam juga menghambat efek peradangan.(beritagar.id)



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0