Penjara Diserang, Lebih Dari 1.800 Napi Kabur

Presiden Muhammadu Buhari Minta Pasukan Keamanan untuk Menangkap Para Penyerang dan Napi Kabur.

Ribuan Napi kabur setelah terjadi penyerangan terhadap penjara di Nigeria. (Sky News)

Nusantaratv.com - Lebih dari 1.800 napi kabur dari penjara di Owerri, Nigeria setelah diserang oleh orang-orang bersenjata.

Para penyerang dilaporkan memasuki halaman penjara di kota selatan-timur Owerri, negara bagian Imo dengan menggunakan bahan peledak dan senapan mesin, seperti dikutip dari Sky News, Selasa (6/4/2021).

Insiden ini termasuk di antara serangkaian serangan terkoordinasi yang dilancarka pada Senin (5/4/2021) dini hari waktu setempat, yang menargetkan fasilitas polisi dan militer di ibu kota negara bagian Imo.

Polisi menuduh kelompok separatis terlarang, Masyarakat Pribumi Biafra, melakukan serangan itu. Namun mereka dilaporkan membantah terlibat.

Layanan Pemasyarakatan Nigeria telah mengonfirmasi 1.844 narapidana (napi) melarikan diri dari penjara di negara bagian Imo. "Pusat Penjagaan Owerri di negara bagian Imo telah diserang oleh orang-orang bersenjata tak dikenal dan secara paksa membebaskan total 1.844 narapidana di dalam tahanan," ujar juru bicara layanan pemasyarakatan Nigeria.

"Upaya sedang dilakukan untuk menangkap kembali tahanan yang melarikan diri," lanjutnya.

Serangan itu terjadi kurang dari dua pekan setelah gelombang kekerasan sebelumnya di bagian tenggara negara itu, diman setidaknya belasan petugas keamanan tewas dalam serangan di empat kantor polisi, pos pemeriksaan militer dan kendaraan penjara.

Presiden Muhammadu Buhari menyebut serangan itu sebagai 'aksi terorisme' yang dilakukan oleh 'anarkis'. Dia meminta pasukan keamanan untuk menangkap para penyerang dan tahanan yang melarikan diri.

Di sisi lain, kepada kantor berita AFP, seorang juru bicara gerakan separatis Masyarakat Pribumi Biafra mengatakan bila tuduhan di balik serangan pada Senin (5/4/2021) itu adalah 'kebohongan'.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK