Penerapan PPKM Mikro Perlu Pengawasan Ketat

Pemkot Bekasi sudah pernah menerapkan kebijakan sejenis PPKM Mikro melalui program RW Siaga pada pertengahan 2020

Pemerintah pusat memutuskan memperpanjang kembali pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada 7 provinsi dengan beberapa wilayah kabupaten/kota yang menjadi prioritas. 

PPKM kembali diperpanjang hingga 22 Februari 2021 yang tertuang dalam surat Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021.

Namun ada perbedaan dalam PPKM perpanjangan kali ini yang ditambah dengan sebutan PPKM berbasis mikro. Akan kah kebijakan PPKM Mikro efektif meredam pandemi covid-19 di satu sisi dan memberi peluang ekonomi tetap berjalan dengan baik.

Topik ini menjadi pembahasan Host Adi Wiranata bersama narasumber Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim SH dalam Dialog Nusantara Malam yang disiarkan NusantaraTV, Selasa (9/2/2021).

Terkait kebijakan PPKM Mikro apakah dapat berjalan efektif di Kota Bekasi?

Di Kota Bekasi sendiri sampai tadi pagi, siang sampai sore kondisinya masih sama dengan PPKM sebelumnya. Apalagi sekarang ini ada kelonggaran dari PPKM sebelumnya.

Kalau saya melihat apa yang diterapkan oleh pemerintah pusat melalui Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 ini pernah kita terapkan di KOta Bekasi. Jadi pertengahan tahun 2020 Kota Bekasi sudah pernah menerapkan RW Siaga karena memang kalau kita lihat dari instruksi menteri ke depan ada keterlibatan RT/RW. Ini sudah pernah dilakukan oleh Pemkot Bekasi dalam program RW Siaga. 

Artinya memang, kita akui segala macam bentuk upaya pemerintah untuk meminimalisir penyebaran covid-19 kita hargai. Tetapi kembali lagi kita perlu juga pengawasan yang ketat dari aparaturnya. 

Jika Kota Bekasi sudah pernah menerapkan kebijakan PPKM Mikro melalui program RW Siaga sejauh ini apakah dirasakan belum efektif atau seperti apa?

Ini kan ada peluang terbuka untuk sektor usaha. Kalau kemarin kita melihat sektor usaha agak lesu. Bagaimana masyarakat dihadapkan dengan satu persoalan yaitu wabah tetapi satu persoalan lagi ekonomi. Jadi di PPKM Mikro ini kesempatan bagi masyarakat untuk membuka lagi usahanya. Jam malamnya juga sudah ditambah di jam 9 malam. Harapannya di program PPKM Mikro dapat membuka peluang usaha masyarakat. 

Tetapi memang di sisi lain kita harus tetap kencang menerapkan protokol kesehatan sendiri di kota Bekasi.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan bahwa PPKM ini juga tidak berjalan efektif khususnya dalam menurunkan kasus positif covid-19. Menurut anda di mana letak kesalahan dalam penerapan PPKM?

Kalau Presiden mengatakan PPKM yang lalu tidak efektif itu memang sebuah kenyataan. Jadi memang kembali lagi ini memang yang diperlukan, pertama kesadaran masyarakat sendiri. Jadi di Kota Bekasi sudah ada Peraturan Daerah ATHB (Aturan Tatanan Hidup Baru). Sanski sudah ada. Tetapi kembali lagi ini kesadaran masyarakat sendiri dalam proses bagaimana bisa meminimalisir wabah ini.

Jadi kalau kemarin dianggap tidak efektif, memang tidak efektif karena sektor ekonomi jadi sangat lesu. Apalagi kita melihat di Kota Bekasi sendiri para pengusaha juga mengalami dampak yang sangat dahsyat. Di sisi lain masyarakat juga tetap mengikuti protokol kesehatan menjaga penyebaran covid-19 tetapi di sisi lain ada kebutuhan yang harus mereka penuhi. 

Sejauh ini Kota Bekasi sendiri apakah terus mengalami peningkatan dalam kasus covid-19 atau sebaliknya?

Di Kota Bekasi memang sedang meningkat. Sampai tembus 17 ribu lebih kasus positif covid-19. Kota Bekasi ini kan kota yang sangat sibuk dengan begitu banyaknya mobilisasi masyarakat kegiatan-kegiatan masyarakat tidak seperti wilayah-wilayah di daerah lainnya. 

Rumah sakit-rumah sakit di Kota Bekasi juga penuh oleh pasien covid-19. 

Nusantara Malam hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Malam setiap hari Senin - Jumat jam 22.00 WIB hanya di Nusantara TV  

Login dengan
LIVE TV & NETWORK