Rektor UIN Antasari Banjarmasin: Jangan Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu

Rektor UIN Antasari Banjarmasin menyebut mahasiswa harus memaksimalkan waktu yang dimiliki
Rektor UIN Antasari Banjarmasin: Jangan Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu
UIN Antasari Banjarmasin menggelar PABK 2019/2020. (Dok. Humas Kemenag)
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com - Mujiburrahman, Rektor UIN (Universitas Islam Negeri) Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengatakan mahasiswa hendaknya jangan seperti kupu-kupu, kuliah-pulang, kuliah-pulang, begitu saja. 

Menurutnya, mahasiswa harus memaksimalkan waktu yang dimiliki untuk mengembangkan potensi akademik, minat, bakat dan kegemarannya.

Hal itu dikatakan Mujiburrahman, saat membuka kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2019/2020 UIN Antasari Banjarmasin, Rabu (31/7/2019).

Dikatakan Mujiburrahman, PBAK menjadi sarana efektif untuk mengembangkan potensi akademik dan potensi kemahasiswaan sekaligus.

"Mahasiswa Baru UIN Antasari harus mengenal kultur dan budaya akademik dan kemahasiswaannya dengan baik, agar sukses menjalani studi," ujar Mujiburrahman, dilansir situs resmi Kemenag, Kamis (1/8/2019). 

"Anda semua merupakan orang-orang yang beruntung, di antara puluhan ribu orang. Karena, berkesempatan masuk perguruan tinggi. Jangan sia-siakan kesempatan ini," lanjut mantan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama itu.

Sementara itu, Nida Mufidah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, menyebut PBAK menjadi tempat untuk mendesiminasikan moderasi beragama dan melatih kepedulian mahasiswa pada persoalan-peroslan sosial. 

PBAK Tahun akademik 2019/2020 diikuti 2.779 mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, mulai 30 Juli hingga 9 Agustus 2019. Kegiatan wajib tahunan yang mengusung tema 'Transformasi intelektual menuju mahasiswa kosmopolitan yang bermoral dan peduli sosial' ini bertempat di Halaman Pusat Sumber Belajar (PSB).

Terpisah, Ruchman Basori, Kasi Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Islam berharap pelaksanaan PBAK dilingkungan PTKIN menjadi momentum memperkenalkan dunia akademik dan kemahasiswaan dengan pendekatan yang menyenangkan.

"PBAK harus menjadi wasilah untuk mengantarkan penciptaan profil mahasiswa PTKI yang komitmen pada nilai-nilai kebangsaan sekaligus komitmen pada nilai-nilai keislaman," tukas Ruchman.