Rektor Asing Bergaji Besar Dinilai Munculkan Masalah Baru

Rektor asing di PTN dengan gaji besar dinilai timbulkan kesenjangan
Rektor Asing Bergaji Besar Dinilai Munculkan Masalah Baru
Menristekdikti Mohamad Nasir (Liputan6.com)
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com -Kehadiran rektor asing dengan gaji yang besar, dinilai akan menimbulkan masalah baru. Terutama masalah kesenjangan kesejahteraan dengan dosen yang teramat timpang. 

"Impor rektor digaji besar, di bawah kecil, bagaimana coba? Malah menentang, akan menimbulkan masalah baru," ujar praktisi pendidikan Sumaryoto, Rabu (7/8/2019). 

Selain adanya selisih upah yang mencolok, menurut Sumaryoto dosen berpotensi tak bekerja optimal karena merasa dibayar dengan tidak adil. 

"Jadi kalau diperhitungkan hanya rektor atau kepala sekolah, ya keliru. Ibarat kereta api itu masinis. Masinisnya jebolan ahli teknik segala macem, tapi gerbongnya, rodanya ada yang mau lepas kok, ditarik kencang bubar semua," tuturnya. 

"Sama sekarang, kita punya dosen, punya guru, tapi kesejahteraan enggak dipikirkan, kurang maksimal. Rektornya mau teriak-teriak seperti apa ya dosennya gimana coba? Kan enggak bisa kerja sendiri," imbuh Sumaryoto. 

Belum lagi kecemburuan sosial antar rektor, khususnya rektor dari dalam negeri. Sumaryoto yakin masalah ini bakal timbul, mengingat rektor asing berpeluang digaji hingga ratusan juta rupiah. 

"Kalau rektor digaji Rp 70 juta tapi dosen cuma digaji Rp 6 juta, gimana? Profesor yang paling hebat (di Indonesia) pun paling Rp 20 juta, itu sudah dengan tunjangan-tunjangan. Baru nangkring (muncul) di sini Rp 70 juta, ini timbul masalah tersendiri," jelasnya.

Menurut Sumaryoto, ketimbang mendatangkan orang asing untuk menjadi rektor, lebih baik memperbaiki pengelolaan sistem pendidikan perguruan tinggi negeri (PTN) Indonesia. Seperti peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga pengajarnya. Sebab di situ lah akar persoalan sesungguhnya. 

"Kalau pengelolaannya benar, ya enggak usah impor rektor. Orang rektor cuma simbol seorang pemimpin kok, leader. Yang penting punya wibawa punya kharisma. Yang di bawah juga mrantasi (menyelesaikan), artinya punya kompetensi, kesejahteraan juga terjamin. Itu yang penting," jelas Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) ini. 

Sebelumnya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mewacanakan mengimpor rektor PTN dari luar negeri. Terkait besaran gaji yang diterima rektor asing tersebut, masih akan dibandingkan dengan PTN luar negeri. Rencananya gaji rektor impor akan dibayar langsung pemerintah, sehingga tak membebani anggaran PTN terkait. Walau begitu Nasir masih konsultasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait hal ini. (Rizk)