Optimalkan Wakaf, BWI Ajak Masyarakat Rubah Pemikiran

Badan Wakaf Indonesia ingin umat Muslim rubah pola pikir tentang bentuk wakaf
Optimalkan Wakaf, BWI Ajak Masyarakat Rubah Pemikiran
Kegiatan sosialisasi Badan Wakaf Indonesia
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com - Badan Wakaf Indonesia (BWI) meminta umat Muslim di Tanah Air merubah pola pikir. Pola pikir yang dimaksud ialah pemikiran yang menyimpulkan jika wakaf hanya berupa tanah. 

"Sebab selama ini umat Muslim kalau mau wakaf umumnya yang diwakafkan adalah tanah, baik tanah itu untuk kuburan maupun masjid," ujar Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Imam Teguh Saptono, 
dalam sosialisasi tentang wakaf di Jakarta, Selasa (9/7/2019). 

Meski begitu, Imam mengakui secara perlahan telah terjadi perubahan dalam pelaksanaan wakaf. Tak sedikit umat Muslim yang menyerahkan uangnya untuk diwakafkan. "Banyak bank syariah yang menerima setoran uang wakaf," ungkapnya.

BWI sendiribakan terus melakukan sosialisasi guna mendorong umat Muslim Indonesia menunaikan ibadah wakaf. Dengan wakaf terbaik, BWI menyebut nilai manfaatnya dapat dikembangkan dengan lebih mudah, dan hasilnya bisa digunakan untuk kemaslahatan umat. 

Wakaf menurutnya merupakan bentuk ibadah sosial, peningkatan peradaban umat, mengalirkan pahala tiada akhir, sarana prasarana ibadah dan aktivitas sosial serta peningkatan kesejahteraan umat.

Walau wakaf di Indonesia belum sepopuler zakat, infak dan sedekah, tapi potensinya cukup besar. Sehingga perlu menjadi perhatian bersama. 

Di Arab Saudi, contohnya. Tanah milik raja di sekitar Masjidil Haram, diwakafkan untuk dibangun menjadi komplek multiguna Zamzam Tower. Di Malaysia, wakaf dapat membantu membangun terminal di Johor.

"Sebab itu, BWI mendorong keberadaan wakaf di Indonesia bisa memberikan manfaat nilai ekonomi masyarakat," tandas Imam. (Rizk)