Mahasiswa Poltekpar Ikuti Uji Kompetensi Agar Berdaya Saing Tinggi

Poltekpar Palembang merupakan perguruan tinggi yang berada di bawah kordinasi langsung dari Kementerian Pariwisata.
Mahasiswa Poltekpar Ikuti Uji Kompetensi Agar Berdaya Saing Tinggi
Direktur Poltekpar Palembang Dr. Zulkifli bersama dengan mahasiswa didikannya/ Kemenpar
Untitled Document

Palembang, Nusantaratv.com - Mahasiswa dari perguruan tinggi di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengikuti Uji Kompetensi yang diadakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi agar semakin berdaya saing tinggi.

Lembaga yang menggelar uji kompetensi merupakan LSP dari STP NHI Bandung bersama LSP Poltekpar Palembang yang telah diakui di Indonesia.

Direktur Poltekpar Palembang Dr. Zulkifli Harahap mengatakan sebanyak 131 mahasiswa semester enam di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang mengikuti uji kompetensi kali ini.

“Ini menjadi satu rangkaian program kampus untuk meningkatkan kualitasi SDM pariwisata. Dengan mengikuti uji kompetensi itu, mahasiswa memiliki standar mutu dalam profesinya dan bersertifikat,” ujar Zulkifli di Kampus Poltekpar, Palembang, (9/7/2019).

Zulkifli juga menjelaskan, Kemenpar melalui Poltekpar Palembang memiliki jurus 3C; Curriculum, Certification, dan Center of Excellence. Untuk bisa memiliki daya saing, Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTN-P) seperti Poltekpar Palembang juga ditegaskannya harus memiliki kurikulum yang berstandar global.

“Lulusan, dosen, dan institusinya harus disertifikasi oleh lembaga global dan prestisius. Dan setiap PTN-P itu harus mampu memainkan peran sebagai pusat-pusat keunggulan atau center of excellence untuk bidang spesialisasinya masing-masing,” kata Zulkifli.

Lebih lanjut, Zulkifli menjelaskan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, selalu mengingkatkan agar SDM pariwisata, khususnya mahasiswa, harus meningkatkan kompetensi hingga berstandar internasional jika ingin menjadi pemain tingkat global.

“Mulainya dari sini, mengikuti uji kompetensi dan tersertifikasi. Kalau kita punya SDM pariwisata mumpuni, maka kita akan mudah 'menyerang' dengan mengekspor SDM ke negara lain. Tapi sebaliknya, kalau tidak maka mereka akan membanjiri pasar tenaga kerja Indonesia,” ungkap Zulkifli.