Kemenperin Gandeng ITE Singapura Latih Kompetensi Guru Produktif SMK

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenperin dengan Temasek Foundation dan ITEES dalam rangka revitaliasi SMK.
Kemenperin Gandeng ITE Singapura Latih Kompetensi Guru Produktif SMK
Kepala BPSDMI Kemenperin Eko S.A. Cahyanto/ Kemenperin
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong implementasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri melalui pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri. Sebagai tindak lanjut dari fasilitasi kerja sama antara SMK dan pelaku usaha, Kemenperin memfasilitasi pelatihan guru produktif dari program tersebut di Institute of Technical Education (ITE) Singapura.

“Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenperin dengan Temasek Foundation dan ITE Educational Service (ITEES) dalam rangka revitaliasi SMK yang dilakukan Kemenperin,” ujar Eko S.A. Cahyanto Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Sebagai realisasi kerja sama tersebut, ITEES melatih 99 kepala sekolah dan guru produktif SMK melalui program Leaders Training Workshop (Workshop Pelatihan Kepemimpinan/LTW) untuk 25 pemimpin dan manajemen TVET serta Technical Skill Upgrading Program (Program Peningkatan Keterampilan Teknis /TSUP) di bidang teknik mesin, teknik listrik, dan otomasi industri untuk total 74 guru produktif di bidang pendidikan teknik dan vokasi (TVET). 

“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan professional guru dan perangkat manajemen sekolah kejuruan untuk mengelola unit TVET di Indonesia secara professional,” kata Eko.

Setelah berpartisipasi dalam program pelatihan, para peserta wajib melakukan multiplier workshop dalam program Post-training Sharing Workshop (PSW) untuk guru lain dengan rasio 1:3. Targetnya, ada tambahan sekitar 300 orang guru dan perangkat manajemen sekolah kejuruan yang meningkat kemampuannya di bidang TVET melalui program tersebut.

Evaluasi program dilakukan secara langsung Bersama tim ITEES Singapura pada kegiatan PSW. Selain itu, Kemenperin juga bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk melakukan evaluasi terhadap kelanjutan program tersebut.

Kepala BPSDMI menyampaikan, ada 2.612 SMK yang masuk dalam program kerjasama link and match SMK dan industri. “Kami mengharapkan program pelatihan ini bisa direplikasi dan bisa dimultifikasi dengan sekolah-sekolah yang telah mendapatkan pelatihan akan ini menjadi role model di daerahnya,” jelas Eko.

Eko memaparkan, pengembangan SDM industri dilakukan melalui penguatan sistem pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan yang berorientasi pada kebutuhan pasar tenaga kerja (demand driven). Selain dengan Singapura, dalam pelatihan SDM industri, Kemenperin juga telah bekerja sama dengan  negara lain seperti Taiwan, Swiss dan Jerman serta sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa negara industri maju lainnya.