Didanai Bank Dunia Rp3,7 Triliun, Kemenag Jalankan Proyek Realizing Education's Promise Berdurasi Lima Tahun

Harapannya terhadapa World Bank agar bisa mensuport proyek ini secara maksimal
Didanai Bank Dunia Rp3,7 Triliun, Kemenag Jalankan Proyek Realizing Education's Promise Berdurasi Lima Tahun
Kemenag akan menjalankan proyek Realizing Education's Promise pada 2020. (Dok. Humas Kemenag)
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Ditjen Pendis Kemenag) akan menjalankan proyek Realizing Education's Promise (Madrasah Education Quality Reform), pada 2010.

Proyek ini merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pengelolaan dan layanan pendidikan madrasah di lingkungan Kemenag. 

Proyek ini dilaksanakan dalam waktu lima tahun, dimulai dengan pelaksanaan proyek pada awal 2020 dan berakhir pada 2024. Pelaksanaan proyek didanai Bank Dunia sebesar Rp3,75 triliun (USD 250 juta).

Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam,  mengatakan dengan dana yang sangat besar, dan mencakup seluruh madrasah di Indonesia, proyek ini harus mampu meningkatkan kualitas madrasah.

"Project ini diharapkan bisa betul-betul berfungsi instrumental dalam meningkatkan kualitas mutu madrasah," ujar Kamaruddin saat memberikan arahan dalam rapat Implementasi Program Realizing Education's Promise, Madrasah Education Quality Reform, di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Dikatakannya, dengan dana yang besar, maka ada harapan besar yang tertumpu terhadap proyek MEQR. "Ekspektasi kita terhadap proyek ini sangat besar, sehingga kualitasnya harus dipastikan dan dikontrol bersama. Selain itu, pelaksanaannya juga harus berjalan sukses," lanjut Guru Besar UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu.

"Jika proyek ini gagal dan tidak sukses, maka ini tidak hanya kerugian bagi Kemenag, tapi juga bagi Negara. Karena proyek ini dengan anggaran sangat besar," tegasnya.

Dengan anggaran yang besar, lanjut Kamaruddin, Ditjen Pendis berkomitmen secara maksimal untuk memastikan bahwa proyek yang akan dijalankan, berjalan sesuai dengan aturan, baik dari sisi kontennya, kualitas belanjanya, sampai pada tatakelolanya dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Berharap kepada World Bank agar bisa mensuport proyek ini secara maksimal. Tidak hanya pendanaannya saja, tetapi juga dari segi pendampingan ahli, agar bisa berjalan maksimal. Dan yang paling penting, semoga proyek ini bisa menjadi proyek yang sustainable," imbuhnya.

Sedangkan Tobias Linden, Lead Education Specialist in the World Bank, mengungkapkan terkait dengan keberlanjutan program, World Bank akan membantu dan mendampingi serta memastikan bahwa semua system yang dipakai dalam proyek ini dapat berjalan baik dan berkelanjutan.

Menurut Linden, transformasi pendidikan akan membawa transformasi kepada lembaga dan akhirnya menjadi inisiasi transformasi Negara.

"Kita butuh kemampuan numerasi, literasi, dan sains untuk menyongsong masa depan. Apa yang dilaksanakan dalam proyek ini sesungguhnya adalah bagaimana menyiapkan generasi yang siap dengan tantangan abad 21 dan revolusi industry 4.0," terang Linden.

Sementara itu, Camilla Holmemo, Program Leader for Human Development World Bank Indonesia, menyebut proyek ini sangat penting untuk pembangunan sumberdaya manusia (SDM).

"Saat ini Indonesia telah banyak mencapai kemajuan di antaranya adalah menurunnya angka stunting, selain itu naiknya layanan akses pendidikan untuk masyarakat," urainya. 

Abdullah Faqih, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat KSKK Madrasah, sekaligus Ketua Pelaksana Proyek, mengatakan proyek yang akan dijalankan terdiri atas empat komponen proyek yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan sistem pengelolaan pendidikan madrasah.  

"Pertama, Pelaksanaan sistem e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis elektronik) secara nasional dan pemberian dana bantuan ke madrasah. Kedua, Pelaksanaan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) untuk siswa kelas 4 MI secara sensus nasional," tukas Faqih.

Ketiga, lanjut Faqih, Kebijakan dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk Guru, Kepala, dan Pengawas Madrasah. Dan yang terakhir adalah penguatan sistem untuk mendukung pengembangan kualitas.