Pemprov DKI Jakarta Perpanjang PPKM Mikro Hingga 17 Mei 2021

Kebijakan ini sejalan dengan keputusan pemerintah pusat yang juga memperpanjang PPKM Mikro

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/ist

Jakarta, Nusantara TV-Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 17 Mei 2021 mendatang. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran covid-19. 

Perpanjangan masa PPKM Mikro tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 558 Tahun 2021 terkait Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 27 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam dua pekan terakhir terjadi peningkatan kasus positif covid-19 . Pada 19 April, tercatat 6.884 kasus aktif dan pada hari ini ada kenaikan kasus aktif menjadi 7.020 kasus.

"Semoga warga Jakarta tetap mematuhi 3M, termasuk menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi sangat penting. Padahal, sebulan yang lalu jumlah yang terpapar kasus positif kurang dari seribu dari jumlah saat ini. Kita ingin kolaborasi di setiap lapisan masyarakat harus solid, untuk menekan angka penyebaran ini," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dikutip dari detik, Senin (3/5/2021).

Menurut Widyastuti kasus covid-19 di Ibu Kota masih terkendali. Hal ini, terlihat dari ketersediaan tempat tidur isolasi serta ICU yang masih memadai.

Baca juga: Siap-siap! PPKM Mikro Bakal Diperketat dan Diperluas

Per 18 April, kapasitas tempat tidur isolasi berjumlah 7.087 unit dan terisi 2.691 atau 38 persen. Sedangkan, per hari ini, jumlah tempat tidur 6.735 dan terisi 2.385 atau 35 persen.

"Untuk jumlah kapasitas ketersediaan ICU pada 18 April yakni 1.056 dan terisi 500 pasien atau 47 persen, sedangkan pada 3 Mei jumlah kapasitas ICU ada 1.027 dan terisi 425 atau terisi 41 persen. Masing-masing ada penurunan 3 persen di tempat tidur Isolasi dan 6 persen untuk ICU, sehingga bisa dialihkan untuk pasien non-COVID-19," paparnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan perizinan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri berjemaah. Pihaknya segera membuat surat edaran untuk mengatur jaga jarak di tempat terbuka saat salat Idul Fitri.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK