Pemimpin Agama Yahudi: Vaksin Covid-19 Bisa Jadikan Seseorang Gay

Rabbi Daniel Membuat Klaim yang Aneh Saat Khotbah Online.

Jakarta, Nusantaratv.com - Seorang pemimpin agama Yahudi dari sekte ultra-ortodoks di Israel, Rabbi Daniel Asor, mengingatkan kepada orang-orang agar tidak bersedia diberi vaksin untuk mencegah penularan Covid-19.

Dia menyebut vaksin dapat mengubah kecenderungan seksual sesorang menjadi gay. Rabbi Daniel menegakan kepada para pengikutnya yang banyak di media sosial, jika vaksinasi merupakan bagian dari 'kejahatan global pemerintah' yang sedang mencoba untuk mengembangkan tatanan dunia baru (new world order).

Media Israel, seperti dikutip dari New18, Jumat (22/1/2021), melaporkan Rabbi Daniel membuat klaim yang aneh saat khotbah online.

Setiap vaksin yang dibuat menggunakan substrat embrionik, dan kami memiliki bukti akan hal ini, menyebabkan kecenderungan yang berlawanan. Vaksin diambil dari substrat embrio, dan mereka melakukannya di sini juga, jadi itu dapat menyebabkan kecenderungan yang berlawanan - urai Rabbi Daniel.

Kendati mengatakan jika dirinya memiliki bukti, namun dia tidak memberikan bukti apapun terhadap klaim tersebut. 

Sedangkan sejumlah Rabbi terkemuka ortodoks mengungkapkan hal sebaliknya. Mereka mengajak pengikutnya untuk mengambil langkah vaksinasi sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. 

Pernyataan Rabbi Daniel mengenai keterkaitan vaksin dan homoseksualitas dikatakan keliru dan tidak sesuai fakta. Dan ini bukanlah pertama kalinya klaim aneh tentang vaksin dibuat oleh pemimpin global.

Sebelumnya, pada Desember 2020, Presiden Brasil Jair Bolsonaro memperingatkan warga Brasil jika mereka menerima suntikan vaksin Covid-19, maka akan menumbuhkan janggut atau berubah menjadi aligator. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK