Pembentukan Kementerian Baru Disebut Momen Pas Evaluasi Menteri

Penilaian ini dinyatakan Emrus Sihombing

Emrus Sihombing. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Dua kementerian baru dibentuk kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Yaitu Kementerian Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang merupakan penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). 

Perubahan nomenklatur ini diharapkan sekaligus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kementerian dan lembaga lainnya. 

"Munculnya dua kementerian baru, yaitu Kementerian Investasi (Kemeninves) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sebaiknya menjadi momentum melakukan evaluasi kepada seluruh jabatan pemerintah di bawah presiden," ujar komunikolog Emrus Sihombing, Kamis (15/4/2021). 

Menurutnya, ada empat hal utama yang bisa dievaluasi Jokowi-Ma'ruf dalam kesempatan tersebut. 

Antara lain kinerja, kemampuan melakukan manajemen pengawasan sehingga tidak terjadi penyimpangan, akseptabilitas publik, dan dukungan politik di legislatif. 

"Pada empat variabel tersebut diberi skor masing-masing 25 persen. Pejabat yang mendapat total skor 80 ke atas sebaiknya tetap menduduki jabatan publik tersebut," tuturnya. 

"Sebaliknya, pejabat yang mendapat skor di bawah 80, sangat wajar di-reshuffle atau paling tidak direposisi," imbuh Emrus. 

Terkait sosok yang tepat mengisi Kementerian Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja dan Kemendikbudristek, ia menyarankan pimpinan dua kementerian itu merupakan individu yang kredibel dan berani membuat terobosan baru. 

"Dan tentu sejalan dengan yang dikehendaki oleh presiden di dua kemeterian yang baru ini," ucapnya. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan melebur Kemenristek dengan Kemendikbud. Alasannya ia ingin Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang merupakan nama lain dari Kemenristek, menjadi lembaga tersendiri.

Sementara Kementerian Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja, karena mantan Wali Kota Solo melihat nilai ekspor dan investasi di Indonesia yang tak kunjung mengalami peningkatan. DPR telah menyetujui keputusan tersebut. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK